STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak menguat pada penutupan perdagangan Rabu (25/2/2026). Investor menyambut positif reli saham teknologi di Wall Street. Sentimen pasar menghijau seiring meredanya kekhawatiran disrupsi kecerdasan buatan (AI) pada sejumlah industri.
Mengutip CNBC International, indeks Nikkei 225 Jepang melompat lebih dari 2%. Indeks ini ditutup pada rekor tertinggi baru di level 58.583,12. Indeks Topix juga bertambah 0,71% menjadi 3.843,16.
Indeks Kospi Korea Selatan ikut mencetak sejarah. Indeks ini naik 1,91% dan menembus level 6.000 untuk pertama kalinya. Kospi berakhir kokoh di posisi 6.083,86.
Saham berkapitalisasi besar di Korea Selatan memimpin penguatan. Saham SK Hynix naik 0,6%. Saham Samsung Electronics juga menguat 0,88%. Sementara itu, indeks Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil bertambah tipis 0,02% menjadi 1.165,25.
Bursa saham Taiwan juga mencatatkan kinerja cemerlang. Indeks acuan Taiwan naik 1,8%. Pencapaian ini merupakan rekor tertinggi selama lima hari berturut-turut.
Di kawasan Asia lainnya, bursa saham kompak menghijau. Indeks S&P/ASX 200 Australia ditutup naik 1,17% ke level 9.128,3. Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,45%. Indeks CSI 300 di Tiongkok daratan bertambah 0,6% ke posisi 4.735,89.
Sentimen positif di Asia ini mengikuti jejak Wall Street yang menguat pada malam sebelumnya. Saham Advanced Micro Devices (AMD) dan perangkat lunak memimpin kenaikan. Saham AMD melonjak 8,8% usai Meta Platforms mengumumkan kesepakatan jangka panjang dengan perusahaan semikonduktor tersebut.
Kemitraan baru ini melibatkan penerapan hingga 6 gigawatt unit pemrosesan grafis AMD. Fasilitas ini khusus ditujukan untuk pusat data AI. Meta juga akan berinvestasi di AMD melalui waran berbasis kinerja. Investasi ini mencapai maksimal 160 juta lembar saham pembuat cip tersebut.
Langkah strategis ini diambil seminggu usai Meta mengumumkan rencana pusat datanya. Perusahaan milik Mark Zuckerberg ini menggunakan jutaan cip Nvidia di pusat data mereka. Saham Nvidia pun merespons dengan kenaikan 0,7%.
