spot_img

Blokade Selat Hormuz Dimulai, Bursa Saham Eropa Berakhir di Zona Merah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (13/4/2026) waktu setempat. Pergerakan ini dipicu oleh langkah Amerika Serikat (AS) yang memulai blokade terhadap Selat Hormuz. Investor bereaksi negatif terhadap gagalnya perundingan damai antara AS dan Iran di Islamabad pada akhir pekan lalu.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun 0,16% ke posisi 613,88. Hampir seluruh sektor dan bursa utama di kawasan tersebut berada di zona merah. Indeks CAC 40 Perancis melemah 0,29% ke level 8.235,98. FTSE MIB Italia turun 0,17% ke posisi 47.527,16.

Indeks FTSE 100 Inggris terkoreksi 0,17% ke level 10.582,96. DAX Jerman jatuh 0,26% ke posisi 23.742,44. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol merosot 0,99% ke level 18.023,80.

Angkatan Laut AS mulai menutup akses keluar masuk Selat Hormuz pada Senin pagi pukul 10.00 waktu setempat. Langkah ini bertujuan menekan Iran agar membuka rute minyak utama tersebut. Keputusan blokade diumumkan Presiden Donald Trump melalui platform media sosial Truth Social.

“Mulai segera, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses memblokade setiap dan semua kapal yang mencoba memasuki, atau meninggalkan, Selat Hormuz,” tulis Trump.

Trump juga menegaskan keterlibatan negara lain dalam aksi militer ini. Ia menuding Iran melakukan tindakan pemerasan.

“Blokade akan segera dimulai. Negara-negara lain akan terlibat dalam blokade ini. Iran tidak akan diizinkan mengambil keuntungan dari tindakan pemerasan ilegal ini,” tambah Trump.

Sektor perjalanan dan rekreasi menjadi yang paling terpukul dengan penurunan 0,9%. Saham maskapai Wizz Air anjlok 5,4%, diikuti EasyJet yang turun 2,6%, dan Lufthansa melemah 2,3%. Pasar khawatir pasokan bahan bakar jet ke bandara-bandara Eropa akan terganggu akibat blokade tersebut.

Sebaliknya, harga energi melonjak di atas USD 100 per barel pasca pengumuman Trump. Hal ini menguntungkan raksasa minyak Norwegia, Vår Energi, yang sahamnya naik hampir 2%. Ketegangan semakin meningkat setelah Trump mengancam China dengan tarif sekitar 50% jika Beijing memberikan bantuan militer kepada Iran.

Di sisi lain, investor memantau perkembangan politik di Hungaria. Pemimpin konservatif Viktor Orban mengaku kalah dari Peter Magyar yang pro-Uni Eropa. Mata uang forint Hungaria langsung menguat 2,51% terhadap USD setelah hasil pemilihan tersebut keluar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Trump Sebut Perang Segera Usai, Keyakinan Damai AS-Iran Capai 85%

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON D.C) – Amerika Serikat (AS) dan Iran...

Tembus 1 Triliun USD, Elon Musk Jadi Manusia Terkaya Sepanjang Sejarah Berkat IPO SpaceX

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Elon Musk mencetak sejarah baru...

Debut Fantastis SpaceX di Nasdaq, Saham Meroket 19% ke Level USD 161

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Perusahaan antariksa milik Elon Musk, Space...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru