Ditopang Faktor Ini, Laba Bersih BCA Terbang 34% dari Rp18 Triliun Menjadi Rp24,2 Triliun pada Semester I 2023!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA mencatat pertumbuhan laba sebesar 34% secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp24,2 triliun pada semester satu 2023 dibanding...
Sementara itu, kredit komersial dan UKM tumbuh 10,9% yoy mencapai Rp219,2 trilliun dari Rp197,5 triliun. Kredit korporasi juga naik 5,1% yoy menjadi Rp326,0 triliun ketimbang Rp310,2 triliun per Juni 2022.
Jahja menambahkan, penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan naik 6,9% yoy menjadi Rp181,2 triliun di Juni 2023. Ini berkontribusi hingga 24,3% terhadap total portofolio pembiayaan BCA. Konsisten mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik, BCA telah menyalurkan pembiayaan konsumsi untuk kendaraan bermotor listrik sebesar Rp751 miliar per Juni 2023, atau tumbuh 44 kali lipat secara yoy.
“Dukungan untuk ekonomi sirkular juga terus diperluas dengan inisiatif baru berupa daur ulang limbah elektronik, sehingga total limbah operasional yang dikelola BCA mencapai 266 ton di semester I 2023,” tutur Jahja.
Pertumbuhan kredit BCA diikuti oleh perbaikan kualitas pinjaman. Ini sejalan dengan portofolio kredit direstrukturisasi yang berangsur kembali ke pembayaran normal seiring pemulihan bisnis debitur. Portofolio kredit BCA yang direstrukturisasi terus mencatat perbaikan. Ini tercermin pada menurunnya Rasio loan at risk (LAR) menjadi 8,7% di semester I 2023 dibandingkan 12,3% di tahun sebelumnya. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) tercatat sebesar 1,9% di semester I 2023, turun dari 2,2% di tahun sebelumnya. “BCA senantiasa memiliki pencadangan yang memadai, dengan rasio pencadangan NPL dan LAR berada pada level yang kokoh, masing-masing sebesar 257,1% dan 61,6%,” imbuh Jahja.
Seiring dengan peningkatan kualitas aset, biaya provisi BCA tercatat turun Rp1,8 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90