Ditopang Faktor Ini, Laba Bersih BCA Terbang 34% dari Rp18 Triliun Menjadi Rp24,2 Triliun pada Semester I 2023!  

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA mencatat pertumbuhan laba sebesar 34% secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp24,2 triliun pada semester satu 2023 dibanding...

Ditopang Faktor Ini, Laba Bersih BCA Terbang 34% dari Rp18 Triliun Menjadi Rp24,2 Triliun pada Semester I 2023!  
Bacakan Artikel

Di sisi pendanaan, giro dan tabungan (CASA) naik 5,7% yoy menjadi Rp864,7 triliun per Juni 2023 dari Rp817,8 triliun per Juni 2022. CASA berkontribusi hingga 81% dari total dana pihak ketiga BCA. Secara keseluruhan, total dana pihak ketiga tumbuh 6,0% yoy menjadi Rp1.071 triliun dari Rp1.011 triliun per Juni 2022.  Kenaikan DPK turut berkontribusi terhadap lonjakan total aset BCA sebesar 7,3% yoy menjadi Rp1.357 triliun Rp1.264,5 triliun pada semester pertama 2022.

Jahja mengatakan, solidnya pendanaan CASA sejalan dengan peningkatan aktivitas perbankan transaksi. Per semester I 2023, total volume transaksi BCA naik 27% yoy menjadi 14,3 miliar transaksi dari 10 miliar transaksi. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh inovasi yang berkesinambungan di ekosistem multi-channels serta basis nasabah yang terus meningkat. Kanal mobile banking mencatat kenaikan volume transaksi tertinggi, tumbuh sebesar 44,0% yoy.

Rasio pengembalian terhadap ekuitas (return on equity) BCA tercatat sebesar 24,2% di semester I 2023, menyentuh level tertinggi sejak akhir tahun 2014. Rasio pengembalian terhadap aset (return on asset) tercatat sebesar 3,7%, atau menjadi level tertinggi pasca pandemi. Cost to income ratio (CIR) tercatat sebesar 32,9% di semester I 2023, turun dari 34,3% di periode yang sama tahun sebelumnya.

Pilih Halaman: