DOID Tekor US$70 Juta di Kuartal I 2025, Tapi Masih Punya Uang Kas US$231 Juta!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT BUMA International Group Tbk (DOID) mencatat rugi bersih sebesar US$70 juta pada kuartal pertama 2025. Jika dikonversi dengan asumsi kurs rata-rata pada pertengahan 2025 U...

DOID Tekor US$70 Juta di Kuartal I 2025, Tapi Masih Punya Uang Kas US$231 Juta!
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT BUMA International Group Tbk (DOID) mencatat rugi bersih sebesar US$70 juta pada kuartal pertama 2025. Jika dikonversi dengan asumsi kurs rata-rata pada pertengahan 2025 US$1 setara Rp16.200, kerugiannya mencapai sekitar Rp1,1 triliun. Penyebab utamanya adalah tantangan operasional besar yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Curah hujan ekstrem, insiden keselamatan dari pihak ketiga, dan penurunan aktivitas operasional dari klien membuat operasional tambang terganggu di Indonesia dan Australia. Volume overburden removal turun 26% year-on-year (YoY), sementara produksi dan pendapatan batu bara sama-sama turun 17% YoY.

Pendapatan BUMA pada periode tersebut hanya mencapai US$352 juta. EBITDA juga anjlok 82% menjadi US$14 juta. Biaya ramp-up di lokasi pertumbuhan yang bersifat tetap turut menekan margin keuntungan perusahaan.

Iwan Fuad Salim, Direktur BUMA International Group, menyampaikan langkah cepat telah diambil perusahaan untuk memulihkan kinerja.

โ€œKinerja Grup pada kuartal pertama 2025 dipengaruhi oleh tantangan operasional besar yang belum pernah terjadi sebelumnya dan berada di luar kendali kami. Kami menghadapi tantangan ini dengan respons yang cepat dan tegas,โ€ ujar Iwan dalam keterangan resmi dikutip Sabtu (28/6/2025).

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: