DOID Tekor US$70 Juta di Kuartal I 2025, Tapi Masih Punya Uang Kas US$231 Juta!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT BUMA International Group Tbk (DOID) mencatat rugi bersih sebesar US$70 juta pada kuartal pertama 2025. Jika dikonversi dengan asumsi kurs rata-rata pada pertengahan 2025 U...

DOID Tekor US$70 Juta di Kuartal I 2025, Tapi Masih Punya Uang Kas US$231 Juta!
Bacakan Artikel

Cuaca ekstrem menyebabkan peningkatan hari hujan sebesar 47% di Australia dan 59% di salah satu tambang utama Indonesia. Banjir dan gangguan akses memperparah kondisi lapangan. Selain itu, dua tambang utama juga sempat dihentikan selama 27 hari akibat insiden keselamatan dari pihak lain.

Di tengah tekanan tersebut, Grup tetap menjaga kekuatan likuiditas. Posisi kas per akhir Maret 2025 tercatat sebesar US$231 juta atau sekitar Rp3,8 triliun, naik 9% dibandingkan akhir tahun lalu.

Grup juga berhasil menyelesaikan penerbitan Sukuk Ijarah senilai Rp2 triliun, sekaligus menjadi yang terbesar di Indonesia dengan peringkat syariah A+. Selain itu, fasilitas sindikasi senilai US$250 juta juga diperluas dengan masuknya PT Bank Central Asia Tbk (BCA), yang sebelumnya sudah didukung oleh Bank BNI dan Bank Mandiri.

Upaya pengendalian biaya juga terlihat nyata. Biaya kas konsolidasi turun 7% YoY, dengan penurunan 8% di Indonesia dan 21% di Australia. Siklus konversi kas juga berhasil dipangkas dari 21 hari menjadi 13 hari.

Di kuartal kedua 2025, Grup mulai melihat tanda-tanda pemulihan. Produksi meningkat, efisiensi alat membaik, dan lokasi baru PT Persada Kapuas Prima (PKP) sudah mulai beroperasi.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: