Dolar AS Catatkan Pekan Terbaik dalam Sebulan, Apa Penyebabnya?
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) - Dolar AS mencatatkan kinerja mingguan terbaik dalam sebulan terakhir meskipun sempat turun pada penutupan perdagangan Jumat (3/1/2025) waktu setempat atau Sabtu pagi (4/1/...
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) - Dolar AS mencatatkan kinerja mingguan terbaik dalam sebulan terakhir meskipun sempat turun pada penutupan perdagangan Jumat (3/1/2025) waktu setempat atau Sabtu pagi (4/1/2025) WIB Jumat (5/1).
Mengutip CNBC International, penguatan dolar ini didorong oleh ekspektasi bahwa ekonomi AS akan terus tampil lebih baik dibandingkan negara lain. Suku bunga yang lebih tinggi di AS juga turut memperkuat mata uang tersebut. Pasar tenaga kerja AS yang kuat dan inflasi yang tetap tinggi mendorong kenaikan imbal hasil obligasi. Ini membuat permintaan terhadap dolar semakin kuat.
Kebijakan ekonomi dari pemerintahan Donald Trump juga memperkuat sentimen positif. Beberapa kebijakan yang diharapkan, antara lain pengurangan regulasi bisnis, pemotongan pajak, pembatasan imigrasi ilegal, dan tarif perdagangan.
Pada Jumat, indeks dolar sempat turun 0,28% namun tetap berada di angka 108,91 setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam dua tahun terakhir, yaitu 109,54 pada Kamis. Meski begitu, dolar diperkirakan akan mencatatkan kenaikan mingguan sekitar 0,85%.
Namun, ada kekhawatiran terkait kapan kebijakan baru akan diterapkan dan dampaknya. Helen Given, trader FX di Monex USA, mengungkapkan, "Dolar mungkin akan sedikit turun ketika pemerintahan baru dimulai karena kebijakan tarif yang diajukan memerlukan waktu untuk diterapkan."
- IHSG Ditutup Melemah Tipis 0,03% ke Level 6.234,497, Transaksi Saham Tembus Rp14...
- PANI Cetak Rekor Laba Rp1,7 Triliun, Melonjak 484% di Semester I 2026
- Transformasi Digital dan AI Bawa Laba Bank Neo Commerce Naik ke Rp294,85 Miliar...
- Kinerja HRTA Melesat pada Semester I2026, Penjualan Emas Tercatat 13 Ton
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- PANI Cetak Rekor Laba Rp1,7 Triliun, Melonjak 484% di Semester I 2026
- Transformasi Digital dan AI Bawa Laba Bank Neo Commerce Naik ke Rp294,85 Miliar...
- Kinerja HRTA Melesat pada Semester I2026, Penjualan Emas Tercatat 13 Ton
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten