Dolar AS Makin Perkasa di Pasar Global! Yen Ambyar Gara-Gara Imbal Hasil Jepang Anjlok
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) โ Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terpantau kembali menguat pada akhir perdagangan Selasa (27/5/2025) waktu setempat atau Rabu pagi (28/5/2025) WIB. Dolar naik didoro...
Meski begitu, dalam jangka menengah hingga panjang, pandangan terhadap dolar AS masih cenderung negatif. โKita masih berada di lingkungan yang mendukung pelemahan dolar AS dalam jangka menengah hingga panjang,โ kata Theoret.
Presiden Bank Sentral Eropa, Christine Lagarde, juga menyampaikan bahwa euro bisa menjadi alternatif yang layak bagi dolar AS. Namun, hal itu hanya bisa terjadi jika negara-negara Uni Eropa mampu memperkuat arsitektur keuangan dan keamanannya.
Investor kini menanti kelanjutan proses pengesahan rancangan undang-undang belanja dan pajak di Kongres AS. RUU ini diperkirakan akan menambah triliunan dolar utang baru.
Partai Republik di Senat menyatakan akan mendorong perubahan besar terhadap RUU tersebut setelah sebelumnya lolos tipis di DPR AS.
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun
- WEGE Rugi Rp89,89 Miliar pada Semester I 2026, Pendapatan Anjlok 55%