Dolar AS Melemah! Yen dan Franc Swiss Jadi Pilihan Aman Investor
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) - Dolar AS melemah terhadap yen Jepang dan franc Swiss pada penutupan perdagangan Senin (10/3/2025) waktu setempat atau Selasa pagi (11/3/2025) WIB. Pelemahan ini terjadi di...
"Kebanyakan waktu, pasar valuta asing sangat terpusat pada AS, apakah dolar menguat atau melemah secara keseluruhan," kata Eugene Epstein, Head of Trading and Structured Products di Moneycorp, New Jersey.
"Tetapi saat ini, ada banyak faktor lain yang muncul, seperti di Eropa, di mana pergerakan besar euro didorong oleh potensi peningkatan belanja pemerintah dan kemungkinan Bank Sentral Eropa lebih hawkish dari yang direncanakan," tambahnya.
Pelaku pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 75 basis poin oleh The Fed tahun ini, menurut data LSEG. Pemotongan suku bunga pertama diperkirakan akan terjadi pada Juni. Investor juga menanti data inflasi AS yang akan dirilis pada Rabu.
Di pasar valuta berjangka, investor memangkas posisi beli dolar AS bersih menjadi US$15,3 miliar dari rekor tertinggi sembilan tahun sebesar US$35,2 miliar pada Januari.
"Jika kita membaca lebih dalam, sepertinya pemerintahan Trump sebenarnya menginginkan dolar yang lebih lemah, terlepas dari pernyataan resmi mereka," ujar Epstein.
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)