Dolar AS Menguat, Data Ekonomi AS Picu Spekulasi Pemangkasan Suku Bunga Federal Reserve Melambat
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) - Dolar AS menguat pada penutupan perdagangan Selasa (7/1/2025) waktu setempat atau Rabu pagi (8/1/2025) WIB. Lonjakan ini terjadi setelah data ekonomi AS menunjukkan pasar...
Pada sore hari, indeks dolar AS, yang mengukur mata uang terhadap enam mata uang utama, naik 0,2% menjadi 108,55, setelah sebelumnya sempat jatuh ke level terendah sejak 30 Desember di angka 107,74.
Sementara itu, euro terdepresiasi 0,4% menjadi US$1,0352, melanjutkan penurunan setelah data ekonomi tersebut. Mata uang ini sempat menguat setelah data Eurostat menunjukkan inflasi di 20 negara yang menggunakan euro naik menjadi 2,4% pada Desember, dari 2,2% pada November.
Investor kini menantikan laporan non-farm payrolls AS pada Jumat mendatang. Survei Reuters memperkirakan tambahan 160.000 pekerjaan pada Desember, lebih rendah dari 227.000 pekerjaan yang tercipta pada November.
“Kesehatan pasar tenaga kerja AS sangat penting untuk ekspektasi terhadap tindakan Federal Reserve tahun ini, jadi kemungkinan besar pasar valuta asing akan lebih tenang hingga Jumat pagi,” kata Helen Given, trader FX di Monex USA, Washington.
- IHSG Ditutup Melemah Tipis 0,03% ke Level 6.234,497, Transaksi Saham Tembus Rp14...
- PANI Cetak Rekor Laba Rp1,7 Triliun, Melonjak 484% di Semester I 2026
- Transformasi Digital dan AI Bawa Laba Bank Neo Commerce Naik ke Rp294,85 Miliar...
- Kinerja HRTA Melesat pada Semester I2026, Penjualan Emas Tercatat 13 Ton
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- PANI Cetak Rekor Laba Rp1,7 Triliun, Melonjak 484% di Semester I 2026
- Transformasi Digital dan AI Bawa Laba Bank Neo Commerce Naik ke Rp294,85 Miliar...
- Kinerja HRTA Melesat pada Semester I2026, Penjualan Emas Tercatat 13 Ton
- IHSG Ditutup Melemah Tipis 0,03% ke Level 6.234,497, Transaksi Saham Tembus Rp14...
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten