Gelar Private Placement, GSMF Patok Harga Saham Baru Rp106! Awas Dilusi 7,93%
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) berencana melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement Tahap I. Aksi korpo...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) berencana melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement Tahap I.
Aksi korporasi ini dijadwalkan berlangsung pada 25 Juni 2026. Dalam tahap pertama ini, Perseroan akan menerbitkan 1.226.415.100 saham baru. Jumlah tersebut setara dengan 8,62% dari total saham yang telah dikeluarkan Perseroan.
Harga pelaksanaan saham baru ini dipatok sebesar Rp106 per saham. Harga ini lebih tinggi dari nilai nominal saham seri C Perseroan sebesar Rp100 per saham.
Langkah strategis ini telah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Total saham yang akan diterbitkan secara keseluruhan mencapai 1.423.039.900 saham atau 10% dari jumlah saham disetor.
Hendra Godjali, Presiden Direktur PT Equity Development Investment Tbk, menyampaikan pengumuman ini dalam keterbukaan informasi. “Sehubungan dengan rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) PT Equity Development Investment Tbk (Perseroan), bersama ini kami menyampaikan Pengumuman Rencana Pelaksanaan PMTHMETD Tahap I, yang direncanakan untuk dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2026,” kata Hendra dikutip Jumat (19/6/2026).
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...