Harga Emas Dunia Melesat Lagi, Ternyata Ini Penyebabnya!
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia naik lebih dari 1% pada penutupan perdagangan Selasa (20/5/2025) waktu setempat, atau Rabu pagi (21/5/2025) WIB. Kenaikan ini didorong oleh pelemahan dolar A...
“Masih ada ketidakpastian di pasar. Khususnya setelah penurunan peringkat oleh Moody’s dan melemahnya dolar yang ikut mendorong penguatan logam mulia secara keseluruhan,” ujar David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures.
Pasar saham AS juga mengalami tekanan. Investor kini fokus pada pemungutan suara penting di Washington terkait pemangkasan pajak besar-besaran yang diusulkan Presiden Donald Trump.
Dalam kondisi seperti ini, emas kembali menjadi pilihan sebagai aset aman. Ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi mendorong investor mengalihkan dana ke aset lindung nilai seperti emas.
Menurut Phillip Streible, Kepala Strategi Pasar di Blue Line Futures, pergerakan harga emas kini berada dalam kisaran baru. “Emas akan menghadapi resistensi kuat di US$3.350, dengan sedikit hambatan di US$3.300. Saat ini kita bergerak di kisaran baru antara US$3.150 sampai US$3.350,” katanya.
Di luar emas, ketegangan antara Rusia dan Ukraina juga berdampak pada logam mulia lain, seperti platinum dan paladium. David Meger menyebut ketegangan ini lebih berpengaruh pada dua logam tersebut karena Rusia adalah produsen terbesar paladium dan produsen platinum terbesar kedua di dunia.
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- ANTAM Catat Lonjakan Penjualan Feronikel 32% di Semester I 2026
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro