Harga Emas Dunia Mendekati Rekor, Pasar Tunggu Keputusan The Fed
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (12/9/2025) waktu setempat atau Sabtu pagi (13/9/2025) WIB. Logam mulia ini bergerak mendekati level tertinggi s...
Di sisi lain, inflasi konsumen mencatat kenaikan bulanan tertajam dalam tujuh bulan terakhir pada Agustus. Namun, investor kini lebih fokus pada lemahnya pasar tenaga kerja dibandingkan dengan inflasi yang masih tinggi.
Pasar kini sepenuhnya memperkirakan pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada rapat The Fed 17 September. Sementara itu, peluang pemangkasan yang lebih besar sebesar 50 basis poin mulai berkurang.
UBS melalui analisnya, Giovanni Staunovo, menilai tren ini akan membawa harga emas lebih tinggi lagi. “Dengan dukungan ini dan setelah kenaikan arus masuk dana ke ETF, kami sekarang memperkirakan emas akan naik ke US$3.900 per ounce pada pertengahan tahun depan,” katanya.
Sejauh ini, emas sudah melonjak 39% sepanjang tahun. Logam mulia kerap diincar investor sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ketika suku bunga lebih rendah.
Dari sisi lain, bank sentral China pada Jumat meminta masukan publik terkait rencana penyederhanaan aturan impor dan ekspor emas dengan memperlancar sistem perizinan.
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun
- ANTAM Catat Lonjakan Penjualan Feronikel 32% di Semester I 2026
- Stock Future Nasdaq Menanjak, Laba Amazon Jaga Momentum Positif Wall Street
- Harga Emas Dunia Kembali Berkilau, Ternyata Ini Penyebabnya
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun
- WEGE Rugi Rp89,89 Miliar pada Semester I 2026, Pendapatan Anjlok 55%