Harga Emas Hampir Pecah Rekor Usai Risalah The Fed
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas global hampir mencapai rekor tertingginya pada penutupan perdagangan Rabu (21/8/2024) waktu setempat, atau Kamis pagi (22/8/2024) WIB. Kenaikan ini mencerminkan ke...
Kini, pasar menantikan pidato penting dari Ketua The Fed, Jerome Powell, yang akan disampaikan pada simposium Jackson Hole hari Jumat. Pidato ini diperkirakan akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter AS.
Selain emas, harga logam lainnya juga mengalami kenaikan. Spot perak naik 0,6% menjadi US$29,61 per ounce. Platinum melonjak 2,6% ke US$970,75, dan palladium naik 2,7% menjadi US$951,00, level tertinggi dalam lebih dari sebulan.
Menurut Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities, minat terhadap logam Platinum Group Metals (PGM) meningkat seiring dengan perbaikan fundamental pasar. “Khususnya palladium, investor tampaknya terburu-buru untuk menutupi posisi short mereka,” ujar Melek.
Logam-logam ini juga mendapatkan dorongan setelah Ford Motor membatalkan rencana SUV listrik tiga baris dan menunda peluncuran versi listrik terbaru dari truk F-150. Platinum dan palladium sering digunakan dalam konverter katalitik untuk mengurangi emisi gas buang pada kendaraan.
- 1
- 2
- EBITDA BUMA International Group Naik 8% di Semester I-2026, Rugi Bersih Menyusut...
- Ekspansi Pasar Kopi RTD Nabati, OATSIDE Rilis Varian Espresso Roast dan Kemasan...
- Rabundo Tembus Pasar Nasional, BRI Dukung UMKM Bumbu Rendang Asli Minang Naik Ke...
- Transformasi Danantara Berbuah Manis, Pendapatan Telkom (TLKM) Capai Rp75,9 Tril...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- ANTAM Catat Lonjakan Penjualan Feronikel 32% di Semester I 2026
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun