Harga Minyak Dunia Amblas, Investor Cemas Ekonomi AS dan China
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah dunia kembali amblas pada penutupan perdagangan hari Rabu (21/8/2024) waktu setempat atau Kamis pagi (22/8/2024) WIB. Penurunan ini didorong oleh kekhawa...
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah dunia kembali amblas pada penutupan perdagangan hari Rabu (21/8/2024) waktu setempat atau Kamis pagi (22/8/2024) WIB. Penurunan ini didorong oleh kekhawatiran terkait kondisi ekonomi Amerika Serikat dan China.
Mengutip CNBC International, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September turun US$1,24 atau 1,69% menjadi US$71,93 per barel, di New York Mercantile Exchange.
Adapun harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober merosot sebesar US$1,15 atau 1,49% mencapai US$76,05 per barel, di London ICE Futures Exchange.
Kejatuhan harga ini dipicu oleh revisi data dari Departemen Tenaga Kerja AS yang menunjukkan bahwa penambahan jumlah pekerjaan sepanjang tahun hingga Maret 2024 jauh lebih rendah dari yang diperkirakan sebelumnya. Revisi ini mencatat penurunan sebesar 818.000 pekerjaan, yang memicu kekhawatiran bahwa ekonomi AS bisa menghadapi resesi yang lebih parah.
Menurut Phil Flynn, seorang analis dari Price Futures Group, pasar kini mulai memproyeksikan kemungkinan terjadinya penurunan ekonomi yang tajam, sehingga harga minyak sulit untuk naik kembali.
- Prabowo Targetkan Bangun 100 GW PLTS, Hemat Biaya Listrik Rp73,9 Triliun per Tah...
- Tingkatkan Kualitas SDM, BNI Perkuat Tata Kelola Lewat LSP dan Sertifikasi ISO
- Direktur WINS Sugiman Layanto Borong 5,99 Juta Saham, Ini Tujuannya
- Sinergi dengan Danantara, Telkom Bidik Pertumbuhan Bisnis Enterprise hingga 30%
- Prabowo Umumkan Jakarta dan Bali Jadi Lokasi PFII, Buka Opsi Daerah Lain
- Prabowo Sebut Bank Emas Indonesia Kelola Emas Senilai Rp360 Triliun
- Stock Futures Wall Street Bergerak Tipis, S&P 500 Cetak Rekor di Atas 7.800
- Harga Emas Dunia Terkoreksi Setelah Sempat Melambung Tinggi
- Prabowo Targetkan Bangun 100 GW PLTS, Hemat Biaya Listrik Rp73,9 Triliun per Tah...
- Tingkatkan Kualitas SDM, BNI Perkuat Tata Kelola Lewat LSP dan Sertifikasi ISO