Harga Minyak AS Stagnan Setelah OPEC Pangkas Proyeksi Permintaan Imbas Tarif Trump
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah Amerika Serikat nyaris tak bergerak pada penutupan perdagangan Senin (14/4/2025) waktu setempat atau Selasa pagi (15/4/2025) WIB. Ini terjadi setelah OPEC...
Namun, sempat ada dorongan kenaikan harga hampir 2% di awal sesi perdagangan. Hal ini dipicu oleh keputusan Trump untuk mengecualikan sejumlah produk teknologi seperti smartphone dari daftar tarif.
Pasar juga mendapat angin segar dari pernyataan Menteri Energi AS, Chris Wright. Ia mengatakan Trump bisa saja menghentikan ekspor minyak Iran jika tidak ada kesepakatan soal program nuklir negara itu.
“Ini pukulan ganda buat pasar minyak saat ini,” kata Helima Croft, Kepala Strategi Komoditas Global di RBC Capital Markets, kepada CNBC dalam program “The Exchange”.
Tekanan tambahan juga datang dari rencana OPEC+ yang akan mempercepat peningkatan produksi mulai Mei mendatang.
Sejak 2 April lalu—saat Trump mengumumkan rencana tarif besar-besaran—harga minyak WTI telah turun lebih dari 14%. Minyak Brent juga merosot lebih dari 13% dalam periode yang sama.
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Direktur WGSH Moch Sajoang Resmi Mundur, Efektif per 31 Juli 2026
- Dividen Interim TAPG Capai Rp1,19 Triliun, Catat Jadwal Cum Dividen
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- Komisaris AKPI Henry Liem Jual 193.500 Saham di Saat Harga Naik
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Direktur WGSH Moch Sajoang Resmi Mundur, Efektif per 31 Juli 2026
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten