Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
Selain itu, perjanjian ini menuntut penghentian total ancaman nuklir dari pihak Iran.
Sebelumnya, Trump sempat mempertimbangkan serangan susulan ke Iran. Hal ini dipicu oleh pudarnya harapan penyelesaian diplomatik atas konflik yang sudah pecah sejak 28 Februari lalu. Namun, pernyataan terbaru ini memberikan angin segar bagi stabilitas pasokan energi dunia.
Pemerintah Iran memberikan respons hati-hati terhadap pengumuman Trump tersebut.
Pejabat pertahanan mereka menyatakan tetap waspada meski ada sinyal perdamaian.
“Meskipun pernyataan musuh baru-baru ini adalah bagian dari kampanye perang psikologis dan kognitif, kami menganggap setiap ancaman itu nyata dan menanggapi dengan serius,” ujar Seyyed Majid Ibn Al-Reza, Plt Menteri Pertahanan Iran dalam unggahan di media sosial X.
- Nasabah Mandiri Sekuritas Tembus 1,48 Juta, Growin’ di Livin’ Jadi Motor Pertumb...
- Tower Bersama (TBIG) Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1,25 Triliun, Kupon Tertingg...
- Inflasi Juli 2026 Tembus 2,88%, BPS Catat Papua Barat Tertinggi
- Direktur CASH Mundur, Willy Chandry Ambil Alih Tugas Sementara
- Pos Indonesia dan Rumah Tani Nusantara Luncurkan AgriPost, Bidik 20 Outlet dan 5...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Nasabah Mandiri Sekuritas Tembus 1,48 Juta, Growin’ di Livin’ Jadi Motor Pertumb...
- Tower Bersama (TBIG) Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1,25 Triliun, Kupon Tertingg...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Penjualan Naik Signifikan, Laba Bersih Delta Giri Wacana (DGWG) Melesat 93% di S...
- Laba Bersih SMBC Indonesia (BTPN) Melesat 41,7% ke Rp1,75 Triliun di Semester I-...