Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
Di sisi lain, media lokal Iran menunjukkan sikap skeptis terhadap tawaran tersebut. Kantor berita Fars International menyebut tuntutan yang diajukan Trump hanyalah sebuah daftar keinginan semata. Fars International sendiri merupakan media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam.
Hingga saat ini, pelaku pasar terus memantau perkembangan di Timur Tengah. Meski harga minyak turun signifikan pada awal pekan, performa pasar masih sangat bergantung pada realisasi kesepakatan damai tersebut di lapangan. Jika ketegangan kembali memanas, harga minyak berisiko kembali melambung tinggi.
- Nasabah Mandiri Sekuritas Tembus 1,48 Juta, Growin’ di Livin’ Jadi Motor Pertumb...
- Tower Bersama (TBIG) Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1,25 Triliun, Kupon Tertingg...
- Inflasi Juli 2026 Tembus 2,88%, BPS Catat Papua Barat Tertinggi
- Direktur CASH Mundur, Willy Chandry Ambil Alih Tugas Sementara
- Pos Indonesia dan Rumah Tani Nusantara Luncurkan AgriPost, Bidik 20 Outlet dan 5...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Nasabah Mandiri Sekuritas Tembus 1,48 Juta, Growin’ di Livin’ Jadi Motor Pertumb...
- Tower Bersama (TBIG) Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1,25 Triliun, Kupon Tertingg...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Penjualan Naik Signifikan, Laba Bersih Delta Giri Wacana (DGWG) Melesat 93% di S...
- Laba Bersih SMBC Indonesia (BTPN) Melesat 41,7% ke Rp1,75 Triliun di Semester I-...