Harga Minyak Dunia Terjun Bebas Dua Hari Berturut-turut, Ada Apa?
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak dunia kembali merosot tajam pada penutupan perdagangan Rabu (28/8/2024) waktu setempat atau Kamis pagi (29/8/2024) WIB. Ini merupakan hari kedua berturut-turut h...
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak dunia kembali merosot tajam pada penutupan perdagangan Rabu (28/8/2024) waktu setempat atau Kamis pagi (29/8/2024) WIB. Ini merupakan hari kedua berturut-turut harga minyak mengalami penurunan. Padahal, sebelumnya harga minyak sempat menguat akibat kekhawatiran gangguan pasokan dari Libya.
Mengutip CNBC International, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober terjun lebih dari 1% menjadi US$74,52 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober juga ikut longsor 1,13%, mencapai US$78,65 per barel di London ICE Futures Exchange.
Ketidakpastian di Libya menjadi salah satu pemicu utama gejolak harga minyak belakangan ini. Pemerintah timur di Benghazi mengancam akan menghentikan produksi dan ekspor minyak sebagai bagian dari konflik internal terkait kepemimpinan bank sentral negara tersebut. Meski ancaman ini mengkhawatirkan, pemerintah yang diakui PBB di Tripoli serta perusahaan minyak nasional Libya belum mengonfirmasi adanya gangguan yang signifikan pada pasokan minyak.
Meskipun ketegangan di Libya dan Timur Tengah meningkat, harga minyak tetap berada dalam kisaran yang sempit. Analis energi dari Barclays, Amarpreet Singh, mengungkapkan bahwa lemahnya permintaan di China, risiko perlambatan ekonomi global, serta tidak adanya tanda-tanda OPEC+ akan mengurangi rencana peningkatan produksi pada kuartal keempat menjadi faktor yang menahan harga minyak.
Di sisi lain, cadangan minyak mentah AS juga dilaporkan turun sebesar 800.000 barel pada pekan yang berakhir 23 Agustus, sementara stok bensin turun 2,2 juta barel. Menurut Matt Smith, analis dari Kpler, penurunan stok bensin ini terjadi meskipun kilang-kilang tetap beroperasi dengan baik, karena permintaan yang masih kuat menjelang akhir musim berkendara musim panas di AS.
- Verah Wahyudi Jual 2,5 Juta Saham TAMA, Porsi Kepemilikan Turun
- RUPSLB Millennium Pharmacon (SDPC) Rombak Direksi dan Komisaris
- Laba Bersih AVIA Tembus Rp938 Miliar, Naik 20,7% pada Semester I 2026
- Tunggal Jaya Investama Borong 1,6 Juta Saham IMPC di Atas Harga Pasar
- Mayoritas Bursa Saham Asia Parkir di Zona Merah, Nikkei Anjlok 2,5%
- Stock Futures Wall Street Flat, Harga Minyak dan Yield Treasury Bayangi Pasar
- Harga Emas Dunia Kembali Melambung, Ini Faktor Makro Pemicunya
- Perjanjian Damai AS-Iran Berakhir, Harga Minyak Dunia Melonjak
- Verah Wahyudi Jual 2,5 Juta Saham TAMA, Porsi Kepemilikan Turun
- RUPSLB Millennium Pharmacon (SDPC) Rombak Direksi dan Komisaris
- Harga Emas Dunia Kembali Melambung, Ini Faktor Makro Pemicunya
- Trump Ancam Bom Oman dan Selat Hormuz Lumpuh, Bursa Saham Eropa Kompak Memerah
- Laba Bersih Emiten Migas Grup Bakrie (ENRG) Melesat 27% Jadi USD45,23 Juta di Se...
- Perjanjian Damai AS-Iran Berakhir, Harga Minyak Dunia Melonjak
- Tensi Timur Tengah Memanas, Indeks Dow Jones Terkoreksi 270 Poin