Harga Minyak Dunia Turun Tajam, Ternyata Ini Penyebabnya!
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak dunia turun tajam pada penutupan perdagangan Senin (16/12/2024) waktu setempat atau Selasa pagi (17/12/2024) WIB. Penurunan ini dipicu oleh lemahnya belanja kons...
Salah satu penyebab tekanan pada pasar adalah data penjualan ritel di China yang lebih lambat dari perkiraan. Hal ini membuat Beijing semakin terbebani untuk meningkatkan stimulus guna mendorong ekonomi yang sedang lemah. Bob Yawger, Direktur Futures Energi di Mizuho, New York, mengatakan bahwa pasar minyak kini menghadapi sentimen pesimis. "Harapan akan pertumbuhan permintaan minyak semakin tipis, terutama dengan kondisi ekonomi China yang tidak pasti," ujarnya.
Kondisi ekonomi China yang suram juga menjadi alasan mengapa OPEC+ menunda rencana peningkatan produksi minyak hingga April mendatang. Selain itu, banyak pedagang yang memilih untuk mengambil keuntungan setelah lonjakan harga lebih dari 6% minggu lalu. Tony Sycamore, analis pasar di IG, mengatakan, "Profit taking adalah hal wajar setelah harga minyak melonjak."
Pasar kini juga menunggu keputusan penting dari Federal Reserve pada pertemuan 17-18 Desember. Bank sentral AS diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 0,25 poin persentase. Langkah ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan permintaan minyak.
Tekanan lain datang dari penguatan dolar AS, yang mendekati level tertinggi dalam tiga pekan terakhir terhadap mata uang utama lainnya. Dolar AS dan harga minyak biasanya bergerak berlawanan arah, sehingga penguatan dolar menambah tekanan pada harga minyak.
Investor juga menantikan laporan persediaan minyak AS yang akan dirilis minggu ini. Survei Reuters memperkirakan persediaan minyak mentah dan distilat di AS akan turun sekitar 1,9 juta barel untuk pekan yang berakhir 13 Desember. Sebaliknya, persediaan bensin diperkirakan akan meningkat.
- 1
- 2
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Sesi I Melemah 0,03% ke 6.234,293, AMMN Menguat, BBCA dan BMRI Tertekan
- BEI Soroti Volatilitas Saham NICK, Manajemen Beri Klarifikasi
- Nasabah Mandiri Sekuritas Tembus 1,48 Juta, Growin’ di Livin’ Jadi Motor Pertumb...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...