Himbara, Motor Ekonomi Nasional dengan Kapitalisasi Rp1.100 Triliun, Ini Penjelasan Rosan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bersama jajaran komisaris dan direksi Himpunan Bank Negara (Himbara) pada Kamis (18/06/2025), di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam...

Himbara, Motor Ekonomi Nasional dengan Kapitalisasi Rp1.100 Triliun, Ini Penjelasan Rosan
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bersama jajaran komisaris dan direksi Himpunan Bank Negara (Himbara) pada Kamis (18/06/2025), di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut Kepala Negara menegaskan peran strategis bank Himbara bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam keterangannya usai pertemuan, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang juga CEO Danantara Rosan Roeslani menjelaskan bahwa kapitalisasi pasar gabungan seluruh bank Himbara dapat mencapai sekitar Rp1.100 triliun. Menurutnya angka tersebut mencerminkan sekitar 10% nilai seluruh perusahaan nasional.

โ€œBank Himbara itu kurang lebih nilainya, tadi ditanya satu per satu contohnya seperti Bank Mandiri nilainya kurang lebih Rp450 triliun. Ini berdasarkan market kapitalasi ya di bursa. Kemudian BNIย slightlyย di atas Rp450 triliun, kemudian BNI mungkin di level sekitar hampir Rp200 triliun, kemudian juga BSI dan juga BTN. Jadi kalau dijumlahkan itu nilainya kurang lebih tuh Rp1100 triliun yang di mana itu mencerminkan 10 persen dari nilai seluruhย capital marketย atau seluruh nilai perusahaan Indonesia,โ€ tuturnya dikutip dari laman setneg.go.id., Jumat (19/6/2026).

Melihat potensi tersebut, Rosan menyampaikan arahan Presiden Prabowo bahwa kehadiran bank Himbara dapat dilihat tidak hanya sebagai entitas bisnis, namun juga dapat berperan aktif memberikan manfaat kepada masyarakat. Rosan menyebut di antaranya dapat berupa pemberian persamaan dan kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

โ€œPerbankan juga semata-mata tidak hanya mengejar dari segi laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya ke masyarakat, ke rakyat dalam bentuk pemberian, persamaan, kesempatan dari segala lapisan dari UMKM, komersial maupun korporasi,โ€ jelas Rosan.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: