BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan Ekspor
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026 tumbuh 5,29% secara tahunan (year-on-year/yoy). Secara triwulanan (quarter-to-quarter/qtq), ekonomi nasional juga tumbuh 3,73% dibanding triwulan I-2026.
Berdasarkan Berita Resmi Statistik yang dirilis BPS pada Rabu (5/8/2026), perekonomian Indonesia pada triwulan II-2026 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.552,1 triliun. Sementara PDB atas dasar harga konstan 2010 tercatat Rp3.576,2 triliun.
Dari sisi produksi, lapangan usaha Pengadaan Listrik dan Gas mencatat pertumbuhan tertinggi secara tahunan sebesar 10,81%.
Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 15,97% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Dukung Program 3 Juta Rumah, KPR BTN dan Danantara Sasar Kelompok Disabilitas
- BRIncubator 2026 Dimulai, BRI Perkuat UMKM Naik Kelas hingga Siap Ekspor
- Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjan...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...