Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Paruh Pertama 2026
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp10,76 triliun pada semester I 2026. Perolehan ini tumbuh 6,6% jika dibandingkan Rp10,09 triliun pada periode yang sama tahun 2024.
Berdasarkan laporan kinerja per Juni 2026 yang dirilis Rabu, 5 Agustus 2026, pertumbuhan laba didorong oleh peningkatan pendapatan operasional. Pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) Perseroan tercatat mencapai Rp22,29 triliun pada semester I 2026, naik 14,2% dari Rp19,52 triliun pada tahun sebelumnya.
Selain pendapatan bunga, kinerja positif ini juga ditopang oleh pertumbuhan pendapatan non-bunga atau Fee-Based Income (FBI). BNI mencatatkan FBI sebesar Rp9,03 triliun pada semester I 2026, atau meningkat 14,2% secara tahunan (Year-on-Year/YoY). Akumulasi ini mendorong total pendapatan operasional tumbuh 13,6% menjadi Rp34,04 triliun.
"Laba inti semester I 2026 mencapai rekor tertinggi, didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga dan pendapatan berbasis biaya," tulis manajemen BNI dalam dokumen presentasi kinerjanya dikutip Rabu (5/8/2026).
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Bidik 30 Gerai Fore Donut Tahun Ini, FORE Kebut Pembangunan Pabrik Frozen Dough...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...