Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) mengumumkan pengunduran diri Direktur Utama Perusahaan tersebut. Manajemen Perseroan telah menerima surat pengunduran diri tersebut pada tanggal 3 Agustus 2026.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 5 Agustus 2026, Setiawan T. Widjojo mengajukan pengunduran diri dengan alasan pertimbangan profesional. Pengunduran diri tersebut akan berlaku efektif hingga 3 September 2026.
Selanjutnya, keputusan itu akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 4 September 2026. Agenda RUPSLB tersebut adalah perubahan susunan pengurus Perseroan. Manajemen menegaskan operasional perusahaan tetap berjalan normal hingga RUPSLB digelar.
"Sampai dengan RUPSLB dimaksud, pengurusan dan pengelolaan Perseroan untuk tetap dilaksanakan oleh Direksi, sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi.
Manajemen Perseroan juga memastikan pengunduran diri Direktur Utama tidak menimbulkan dampak terhadap kegiatan usaha maupun kondisi keuangan perusahaan.
- Saham Teknologi Pimpin Kenaikan Bursa Asia, Indeks Kospi dan Nikkei Menghijau
- Prabowo Targetkan Bangun 100 GW PLTS, Hemat Biaya Listrik Rp73,9 Triliun per Tah...
- Tingkatkan Kualitas SDM, BNI Perkuat Tata Kelola Lewat LSP dan Sertifikasi ISO
- Direktur WINS Sugiman Layanto Borong 5,99 Juta Saham, Ini Tujuannya
- Sinergi dengan Danantara, Telkom Bidik Pertumbuhan Bisnis Enterprise hingga 30%
- Direktur WINS Sugiman Layanto Borong 5,99 Juta Saham, Ini Tujuannya
- Sinergi dengan Danantara, Telkom Bidik Pertumbuhan Bisnis Enterprise hingga 30%
- Samuel Sekuritas Tambah Saham BKSL Lewat Repo Senilai Rp63,42 Miliar
- Saham Teknologi Pimpin Kenaikan Bursa Asia, Indeks Kospi dan Nikkei Menghijau
- Prabowo Targetkan Bangun 100 GW PLTS, Hemat Biaya Listrik Rp73,9 Triliun per Tah...