Hubungan China-Kanada Membaik, Tarif Impor Minyak Kanola dan Mobil Listrik Resmi Dipangkas
STOCKWATCH.ID (BEIJING) โ China dan Kanada sepakat menurunkan tarif dagang setelah pertemuan penting antara Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri (PM) Kanada, Mark Carney di Beijing. Langkah ini men...
STOCKWATCH.ID (BEIJING) โ China dan Kanada sepakat menurunkan tarif dagang setelah pertemuan penting antara Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri (PM) Kanada, Mark Carney di Beijing. Langkah ini menjadi sinyal pemulihan hubungan kedua negara setelah bertahun-tahun mengalami ketegangan diplomatik.
Mengutip BBC, dalam kesepakatan tersebut, China akan memangkas pajak impor minyak kanola asal Kanada. Tarif yang semula 85% turun drastis menjadi 15% mulai 1 Maret mendatang.
Sebagai imbalannya, Ottawa setuju mengenakan pajak mobil listrik (EV) China sebesar 6,1%. Angka ini turun jauh dari tarif sebelumnya sebesar 100% yang diberlakukan pada 2024.
PM Mark Carney menyampaikan kesepakatan ini merupakan terobosan besar. Kunjungan Carney merupakan kehadiran pemimpin Kanada pertama di Beijing dalam hampir satu dekade terakhir.
"Dunia telah berubah secara dramatis. Bagaimana Kanada memposisikan diri akan membentuk masa depan kita selama beberapa dekade mendatang," ujar Carney kepada wartawan.
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...
- Penjualan Indofood Tembus Rp65,53 Triliun, Tapi Laba Bersih Turun Gara-Gara Ini
- Telkom Cetak Laba Rp14,21 Triliun di Semester I 2026, Pendapatan Tembus Rp75,88...
- SIMP Kantongi Laba Rp874 Miliar di Semester I 2026, Penjualan CPO Melonjak 15%
- Wall Street Bangkit, Lonjakan Saham Microsoft Akhiri Tren Negatif Nasdaq
- Shell Cetak Laba USD 9,8 Miliar, Bursa Saham Eropa Melaju di Tengah Konflik AS-I...
- Mayoritas Bursa Asia Terkoreksi, Nikkei Menguat, Kospi Turun Lebih dari 1%
- Simak Top 5 Net Foreign Buy Sepekan: BBCA Jadi Incaran Investor Asing, TPIA Pimp...
- Kinerja IHSG Juli 2026 Menguat Tajam 10,51%, Investor Nikmati Reli Bursa