Hubungan China-Kanada Membaik, Tarif Impor Minyak Kanola dan Mobil Listrik Resmi Dipangkas
STOCKWATCH.ID (BEIJING) โ China dan Kanada sepakat menurunkan tarif dagang setelah pertemuan penting antara Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri (PM) Kanada, Mark Carney di Beijing. Langkah ini men...
Carney berupaya mendiversifikasi perdagangan Kanada di luar Amerika Serikat (AS). Langkah ini diambil menyusul ketidakpastian kebijakan tarif yang sering berubah dari Donald Trump.
Kesepakatan ini juga membuka peluang peningkatan investasi China di Kanada. Namun, Kanada membatasi kuota masuk mobil listrik China hanya sebanyak 49.000 unit. Pembatasan ini bertujuan melindungi produsen otomotif lokal dari serbuan kendaraan listrik murah.
Selain minyak kanola dan mobil listrik, penurunan tarif juga berlaku untuk komoditas lobster, kepiting, dan kacang polong asal Kanada. China saat ini merupakan mitra dagang terbesar kedua bagi Kanada setelah AS.
Meski hubungan mulai mencair, Carney menegaskan tetap memiliki batasan tegas. Ia menyampaikan kekhawatiran terkait hak asasi manusia dan campur tangan pemilu kepada Xi Jinping.
"Kami melihat dunia apa adanya, bukan seperti yang kita inginkan," tegas Carney saat ditanya mengenai catatan hak asasi manusia di China.
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem