IHSG Berpotensi Melemah Terbatas, Pilarmas Sekuritas Jagokan BUKA, WIIM dan JSMR
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat tipis pada perdagangan Selasa (27/1/2026). Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi laju ind...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat tipis pada perdagangan Selasa (27/1/2026). Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi laju indeks komposit akan cenderung melemah terbatas pada hari ini, Rabu (28/1/2026).
Meski dibuka melemah di level 8.974,565, IHSG berhasil parkir di level 8.980,230 pada akhir sesi. Angka ini naik tipis 4,895 poin atau 0,05% dari penutupan Senin (26/1/2026) di level 8.976,334. Sektor consumer cyclicals menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan 1,72%. Sebaliknya, sektor industrials tertekan 3,45% dan berada di posisi terendah.
Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, memberikan analisanya terkait potensi teknikal pasar. Ia memperkirakan IHSG bergerak pada rentang level support 8.840 dan resistance 9.000.
โBerdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 8.840 โ 9.000,โ ujar Maximilianus.
Sentimen global menjadi perhatian utama investor, terutama kesepakatan perdagangan bebas antara India dan Uni Eropa. Langkah ini diambil setelah kedua wilayah tersebut merasa dirugikan oleh kebijakan Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald Trump. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menyambut baik kolaborasi bersejarah ini.
โTelah menyelesaikan kesepakatan terbesar dari semua kesepakatan yang ada, dimana kesepakatan ini menciptakan zona perdagangan bebas bagi dua miliar orang,โ tegas Ursula von der Leyen dalam keterangannya.
Kesepakatan ini akan meningkatkan ekspor Uni Eropa ke India hingga tahun 2032. India setuju memangkas tarif hingga 96,6%. Perdagangan bilateral kedua negara diprediksi mencapai USD 136,5 miliar pada tahun fiskal Maret 2025. Langkah ini dinilai sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap AS.
- EBITDA BUMA International Group Naik 8% di Semester I-2026, Rugi Bersih Menyusut...
- Ekspansi Pasar Kopi RTD Nabati, OATSIDE Rilis Varian Espresso Roast dan Kemasan...
- Rabundo Tembus Pasar Nasional, BRI Dukung UMKM Bumbu Rendang Asli Minang Naik Ke...
- Transformasi Danantara Berbuah Manis, Pendapatan Telkom (TLKM) Capai Rp75,9 Tril...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- EBITDA BUMA International Group Naik 8% di Semester I-2026, Rugi Bersih Menyusut...
- Ekspansi Pasar Kopi RTD Nabati, OATSIDE Rilis Varian Espresso Roast dan Kemasan...