Incar Potensi Pasar 89%, SIG Perluas Kolaborasi Global di INTERCEM Asia 2026
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperluas kolaborasi global dalam ajang INTERCEM Asia 2026 di Jakarta. Perusahaan berkode saham SMGR ini membidik inovasi bahan bangun...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperluas kolaborasi global dalam ajang INTERCEM Asia 2026 di Jakarta. Perusahaan berkode saham SMGR ini membidik inovasi bahan bangunan dan rantai pasok berkelanjutan.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari transformasi SIG menuju bisnis yang lebih customer-centric. Perusahaan ingin menciptakan pertumbuhan berkelanjutan melalui pengembangan produk derivatif atau turunan.
Wakil Direktur Utama SIG, Andriano Hosny Panangian menjelaskan industri bahan bangunan di Indonesia memiliki ekosistem yang sangat besar. Saat ini, kontribusi semen baru mencapai sekitar 11% dari total biaya material konstruksi.
Artinya, masih terdapat 89% potensi dari bahan bangunan lainnya yang bisa digarap oleh SIG. Perusahaan akan mengoptimalkan jaringan operasional yang luas untuk menyokong kebutuhan konstruksi nasional hingga regional.
โSIG bergerak ke arah bisnis yang lebih customer-centric dan value-driven dengan terus berinovasi menghadirkan produk derivatif,โ kata Andriano Hosny Panangian pada konferensi INTERCEM Asia 2026 di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- TransNusa Buka Rute Baru Lampung ke Kuala Lumpur dan Jakarta Mulai Agustus 2026
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem