STOCKWATCH.ID – Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan Kamis. Pasar merespons data inflasi Amerika Serikat (AS) yang ternyata lebih rendah dari perkiraan. Kondisi ini mengurangi daya tarik logam mulia sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.
Harga emas spot terakhir diperdagangkan melemah 0,2% ke level US$ 4.330,39 per ons. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi di US$ 4.381,21 pada 20 Oktober. Emas berjangka Amerika Serikat juga ditutup turun 0,2% ke posisi US$ 4.364,5 per ons.
Data indeks harga konsumen (CPI) AS menunjukkan kenaikan 2,7% secara tahunan pada November. Angka ini berada di bawah prediksi para ekonom yang memperkirakan kenaikan 3,1%. Situasi ini meningkatkan peluang Federal Reserve untuk memangkas suku bunga pada pertemuan Januari mendatang.
Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com memberikan pandangannya terkait penurunan ini.
“Sekarang inflasi terbukti turun lebih cepat dari yang diperkirakan, hal ini mengurangi daya tarik membeli asuransi untuk inflasi. Emas telah menjadi lindung nilai inflasi utama, jadi kelemahannya masuk akal setelah laporan CPI,” ujar Razaqzada.
Razaqzada juga mengingatkan faktor pendorong kenaikan emas sebelumnya.
“Patut diingat alasan mengapa emas naik begitu tajam selama tahun-tahun ini adalah karena tingginya tingkat inflasi yang mengikis nilai mata uang fiat,” tambahnya.
Meski demikian, tren jangka panjang emas dinilai masih cukup kuat. Aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga ini biasanya diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.
Peter Grant, Wakil Presiden dan Ahli Strategi Logam Senior di Zaner Metals tetap optimis. Ia menilai tren harga emas masih sangat positif. Ia mengantisipasi penembusan kenaikan tren tersebut dalam waktu dekat. Grant menargetkan harga emas naik ke level US$4.515,63. Target US$5.000 juga dinilai masih relevan.
Sementara itu, harga perak spot melemah 1,5% ke level US$65,3 per ons. Harga ini turun dari rekor tertinggi US$66,88 yang tercapai pada sesi sebelumnya. Meski terkoreksi, kinerja perak sepanjang tahun ini tetap impresif dengan kenaikan 126% secara tahunan.
Berbeda nasib dengan emas dan perak, logam lainnya justru menguat. Platinum naik 1,2% menjadi US$ 1.922,05. Ini merupakan level tertinggi dalam lebih dari 17 tahun.
Paladium juga melonjak 3,7% menjadi US$ 1.708,72. Angka ini merupakan level tertinggi dalam hampir tiga tahun. Commerzbank mencatat kenaikan harga logam mulia kini telah menyebar dari perak ke platinum yang didukung oleh permintaan kuat dari China.
