Infrastruktur Teluk Mulai Pulih, Harga Minyak Dunia Malah Anjlok. Ada Apa?
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak dunia kembali merosot lebih dari 1% pada penutupan perdagangan Selasa (9/7/2024) waktu setempat atau Rabu pagi (10/7/2024) WIB. Ini menandai penurunan ketiga ber...
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak dunia kembali merosot lebih dari 1% pada penutupan perdagangan Selasa (9/7/2024) waktu setempat atau Rabu pagi (10/7/2024) WIB. Ini menandai penurunan ketiga berturut-turut. Penurunan tersebut terjadi karena produksi dan infrastruktur penyulingan di Pantai Teluk berhasil menghindari kerusakan besar akibat Badai Tropis Beryl.
Mengutip CNBC International, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus turun 92 sen atau 1,12% menjadi US$81,41 per barel, di New York Mercantile Exchange.
Adapun harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September 2024, merosot US$1,09 atau 1,27% mencapai US$84,66 per barel, di London ICE Futures Exchange.
Beryl, yang mendarat di Matagorda, Texas, tercatat sebagai badai kategori 1 pada hari Senin, kemudian melemah menjadi badai tropis. Kini, Beryl telah bergerak ke daratan dan berubah menjadi siklon pasca-tropis di utara Shreveport, Louisiana, menurut Pusat Badai Nasional.
"Brent crude mengakhiri reli selama empat minggu setelah Beryl mendarat dan kekhawatiran tentang penghentian produksi besar-besaran mereda," kata analis Goldman Sachs, Yulia Grigsby, dalam catatannya pada hari Selasa.
- EBITDA BUMA International Group Naik 8% di Semester I-2026, Rugi Bersih Menyusut...
- Ekspansi Pasar Kopi RTD Nabati, OATSIDE Rilis Varian Espresso Roast dan Kemasan...
- Rabundo Tembus Pasar Nasional, BRI Dukung UMKM Bumbu Rendang Asli Minang Naik Ke...
- Transformasi Danantara Berbuah Manis, Pendapatan Telkom (TLKM) Capai Rp75,9 Tril...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- ANTAM Catat Lonjakan Penjualan Feronikel 32% di Semester I 2026
- EBITDA BUMA International Group Naik 8% di Semester I-2026, Rugi Bersih Menyusut...
- Ekspansi Pasar Kopi RTD Nabati, OATSIDE Rilis Varian Espresso Roast dan Kemasan...