Investor Protes Harga MTO Mandom Indonesia, Manajemen Buka Suara Soal Lonjakan Beban 4150%
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Manajemen PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) memberikan tanggapan resmi atas keberatan pemegang saham minoritas terkait penetapan harga Mandatory Tender Offer (MTO). Perseroan ju...
Mengenai lonjakan beban jasa profesional, Alia menyebut hal itu sebagai inisiatif internal. Tujuannya untuk memacu kinerja jangka panjang perusahaan. Ia memastikan proses tersebut bersih dari benturan kepentingan.
"Proses perikatan tidak melibatkan pihak berelasi. Hal ini tidak berkaitan dengan proses MTO yang sedang berjalan," kata Alia.
Sebelumnya, perwakilan pemegang saham minoritas, Johan, melayangkan surat keberatan. Ia menyoroti kenaikan beban jasa profesional yang sangat drastis.
Data laporan keuangan menunjukkan pos beban ini tidak muncul pada periode 2016 hingga 2022. Namun, angkanya melonjak menjadi Rp2,2 miliar pada 2023. Beban tersebut terus membengkak menjadi Rp37,7 miliar pada 2024 dan mencapai Rp93,37 miliar pada 2025.
"Lonjakan tersebut mencerminkan peningkatan hampir 4150% dalam periode yang relatif singkat," ujar Johan dalam suratnya.
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...