Investor Waspada! Bursa Pantau Ketat 4 Saham Ini Akibat Pergerakan Tak Wajar
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawasi secara ketat pergerakan empat saham emiten. Langkah ini diambil karena adanya perkembangan harga yang di luar kebiasaan atau Unusual Mark...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawasi secara ketat pergerakan empat saham emiten. Langkah ini diambil karena adanya perkembangan harga yang di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).
Keputusan ini bertujuan memberikan perlindungan maksimal bagi para investor pasar modal. Keempat emiten tersebut adalah PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI), PT Hotel Fitra International Tbk (FITT), dan PT Aracord Nusantara Group Tbk (RONY). Satu emiten lainnya yaitu PT Asia Pramulia Tbk (ASPR).
Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, menyampaikan pengumuman resmi tersebut. Keterbukaan informasi ini dipublikasikan pada Senin (16/3/2026).
"Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal," ujar Yulianto dalam keterangan tertulisnya.
Tiga dari empat saham tersebut masuk radar bursa akibat penurunan harga yang signifikan. Saham ASPI, FITT, dan RONY menunjukkan tren pelemahan harga secara tidak wajar. Sementara itu, saham ASPR justru dipantau karena mengalami peningkatan harga yang luar biasa.
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Poin Penting Aturan Demutualisasi Bursa Efek, Target Berlaku Kuartal...
- Maybank Indonesia (BNII) Resmi Akuisisi 51% Saham Maybank Asset Management, Segi...
- PEFINDO Turunkan Peringkat ADHI ke idBB, Pemicunya Kupon Obligasi
- BEI Buka Opsi Revisi Target IPO 2026, Ini Respons OJK
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Poin Penting Aturan Demutualisasi Bursa Efek, Target Berlaku Kuartal...
- Maybank Indonesia (BNII) Resmi Akuisisi 51% Saham Maybank Asset Management, Segi...
- PEFINDO Turunkan Peringkat ADHI ke idBB, Pemicunya Kupon Obligasi
- BEI Buka Opsi Revisi Target IPO 2026, Ini Respons OJK
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- Kabar Duka, Komisaris Independen BRMS Kanaka Puradiredja Meninggal Dunia
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026