IPO 34 Perusahaan Serok Dana Rp5,15 Triliun! Masih Ada 23 Lagi Mengantre!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Hingga akhir Agustus 2024, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 34 perusahaan yang sudah berhasil melakukan Penawaran Umum Perdana saham atau Initial Public Offering (IPO)...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Hingga akhir Agustus 2024, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 34 perusahaan yang sudah berhasil melakukan Penawaran Umum Perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Adapun total dana yang berhasil dihimpun dari aksi korporasi ini mencapai Rp5,15 triliun. Namun, minat perusahaan untuk IPO tahun ini belum berhenti sampai di situ.
Menurut Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, saat ini masih ada 23 perusahaan yang sedang dalam pipeline untuk melantai di bursa. " Hingga saat ini, terdapat 23 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," ungkapnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (3/9/2024).
Perusahaan-perusahaan yang sedang mengantre untuk IPO ini berasal dari berbagai sektor industri dengan skala aset yang bervariasi. Berdasarkan klasifikasi aset, 1 perusahaan masuk dalam kategori skala kecil dengan aset di bawah Rp50 miliar. Sementara itu, 17 perusahaan termasuk dalam skala menengah dengan aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Ada juga 5 perusahaan besar dengan aset di atas Rp250 miliar.
Jika dilihat dari sektor industri, pipeline IPO ini didominasi oleh sektor Consumer Cyclicals, Consumer Non-Cyclicals, dan Energy masing-masing diwakili oleh 4 perusahaan atau 17,4%. Sebanyak 3 perusahaan atau 13,0% berasal dari sektor Basic Materials,
Selain itu, terdapat 2 perusahaan atau 8,7% masing-masing dari sektor Industrials dan Infrastructures. Terdapat juga 1 perusahaan atau 4,3% dari sektor Financials, Healthcare, Industrials, Technology, Transportation & Logistic, Sementara itu, sektor Properties & Real Estate tampaknya belum ada perwakilan dalam pipeline IPO kali ini.
- OJK Ungkap Transaksi Aset Kripto Juni 2026 Naik 24,20% Jadi Rp28,58 Triliun, Aku...
- OJK Ungkap Kredit Perbankan Capai Rp9.081 Triliun, Pengawasan Judi Online Makin...
- OJK Ungkap Kinerja Pasar Modal Juli 2026, IHSG Menguat 10,51%, Jumlah Investor T...
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Transaksi Aset Kripto Juni 2026 Naik 24,20% Jadi Rp28,58 Triliun, Aku...
- OJK Ungkap Kredit Perbankan Capai Rp9.081 Triliun, Pengawasan Judi Online Makin...
- OJK Ungkap Kinerja Pasar Modal Juli 2026, IHSG Menguat 10,51%, Jumlah Investor T...
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- Kabar Duka, Komisaris Independen BRMS Kanaka Puradiredja Meninggal Dunia
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...
- Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...