IPO, Harga Hetzer Medical Indonesia Ditawarkan Rp125-175 per Saham
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Sebanyak 312,50 juta saham PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) ditawarkan ke investor publik dalam Penawaran Umum Perdana atau Initial Public Offering (IPO) saham pada 2 -...
Bacakan Artikel
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Sebanyak 312,50 juta saham PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) ditawarkan ke investor publik dalam Penawaran Umum Perdana atau Initial Public Offering (IPO) saham pada 2 - 8 Agustus 2022. Jumlah saham yang ditawarkan mencapai 20% dari modal disetor MEDS setelah IPO saham. Penawaran awal saham MEDS dimulai pada 21-26 Juli 2022.
Dalam prospektus rencana IPO saham yang diumumkan, Kamis (21/7), Direksi MEDS mengemukakan, harga perdana MEDC antara Rp125-175 per saham. Dari IPO saham, calon emiten di bidang perlatan kesehatan dan turunannya ini akan memperoleh tambahan modal maksimal Rp54,687 miliar.
Menurut Direksi MEDS, sebesar 8,56% dana IPO saham untuk renovasi gudang Perseroan. Sebesar 4,44% untuk pengembangan produk Perseroan dengan pembelian mesin masker Duckbill. Sekitar 11,11% untuk pembelian mesin produksi masker untuk memproduksi varian masker baru, yaitu masker KN95, masker KF94 dan masker N95. sekitar 2,82% untuk pembelian peralatan penunjang produksi, yaitu kompresor, dryer, mesin welding, mesin L-String dan toolkit. Sisanya 73,07% untuk modal kerja Perseroan.
Saham MEDS bernominal Rp20 per unit itu akan dicatatkan dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Agustus 2022. Diharapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan pernyataan efektif untuk PUP MEDS pada 29 Juni 2022.
Perseroan membukukan laba Rp2,73 miliar (Rp2,18 per saham) per Maret 2022, turun 83,29%,ย ย dari Rp16,34 miliar (Rp13,08 per saham) per Maret 2021. Penurunan ini seiring penjualan MEDS yang merosot 48,96% menjadi Rp13,04 miliar per Maret 2022, dari Rp25,55 miliar per Maret 2021. Sementara aset Perseroan naik 2,64% menjadi Rp51,30 miliar per 31 Maret 2022 dari Rp49,98 miliar per 31 Desember 2021.
Baca Juga
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...