Kantongi 100% Restu RUPSU, WIKA Resmi Tunda Pembayaran Bagi Hasil Sukuk hingga 2027
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengantongi restu dari para pemegang sukuk untuk merestrukturisasi kewajiban pembayaran. Kesepakatan ini dicapai dalam Rapat Umum Pemegan...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengantongi restu dari para pemegang sukuk untuk merestrukturisasi kewajiban pembayaran. Kesepakatan ini dicapai dalam Rapat Umum Pemegang Sukuk (RUPSU) Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2022.
Rapat tersebut berlangsung pada Jumat, 24 April 2026 di WIKA Tower 2, Jakarta Timur. Pemegang sukuk menyetujui seluruh usulan emiten secara aklamasi atau sebesar 100%.
Sekretaris Perusahaan WIKA, Ngatemin, menyampaikan rapat dihadiri oleh pemegang sukuk yang mewakili dana sebesar Rp714,2 miliar. Angka ini setara dengan 95,23% dari total jumlah sukuk yang belum dibayar kembali sebesar Rp750 miliar.
"Menerima penjelasan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sehubungan adanya kelalaian tidak dipenuhinya kewajiban pembayaran dan menyetujui usulan penundaan pembayaran," tulis Ngatemin dalam ringkasan risalah rapat tersebut dikutip Rabu (29/4/2026).
Salah satu poin utama kesepakatan adalah penundaan pembayaran Pendapatan Bagi Hasil (PBH) ke-16 untuk Seri B dan Seri C. Jadwal pembayaran yang seharusnya jatuh tempo pada 18 Februari 2026 kini bergeser menjadi 18 September 2027.
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- Alhamdulillah! Laba Bersih Bank Panin Dubai Syariah (PNBS) Melejit 209% di Semes...
- Kasus Dana Syariah Indonesia, OJK Ungkap Hasil Pemeriksaan Khusus dan Serahkan I...
- Pemerintah Gelar Lelang Sukuk Negara Pekan Depan, Target Serap Dana Rp10 Triliun
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem