STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indika Energy Tbk (INDY) mengawali tahun 2026 dengan memperkuat cadangan batubara. Melalui anak usahanya, PT Kideco Jaya Agung (Kideco), emiten energi ini melaporkan aktivitas eksplorasi yang masif di Kalimantan Timur.
Berdasarkan laporan aktivitas eksplorasi Januari 2026, total biaya yang dikeluarkan mencapai Rp10,557 miliar. Kegiatan tersebut berlangsung di wilayah Kabupaten Paser. Fokus area pemboran meliputi Samurangau, Roto Middle, Roto South, hingga Blok Susubang Uko.
Eksplorasi ini melibatkan dua mitra kontraktor profesional. Perusahaan menggandeng PT Mintec Abadi dan PT Kumala Drilindo Persada. Para pelaksana menggunakan metode pemboran lubang terbuka (open hole) dan pemboran inti (coring).
Proses di lapangan juga menyertakan pengujian sampel batubara serta batuan pengapitnya. Tim eksplorasi melengkapi kegiatan dengan teknik logging geofisika. Langkah ini krusial demi memetakan potensi sumber daya secara akurat di wilayah konsesi.
Hasil aktivitas menunjukkan pencapaian yang signifikan sepanjang periode pelaporan. Total lubang bor yang berhasil diselesaikan sebanyak 81 lubang. Kedalaman pemboran inti tercatat mencapai 1.360 meter.
Sementara itu, pemboran lubang terbuka menembus angka 11.667 meter. Total kedalaman secara keseluruhan mencapai 13.027 meter. Seluruh capaian ini dilaporkan secara berkala kepada pihak Bursa Efek Indonesia.
Corporate Secretary Indika Energy Tbk, Adi Pramono, memaparkan rencana tindak lanjut perusahaan. Pihak manajemen memutuskan tetap bergerak maju di area eksplorasi. “Melanjutkan aktivitas pemboran,” ungkapnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Selasa (13/1/2026).
Kideco saat ini beroperasi dengan status Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Total luas wilayah konsesi mencapai 33.887 hektare. Lahan ini terbagi menjadi Blok Roto Samurangau seluas 27.327 hektare dan Blok Susubang Uko seluas 6.560 hektare.
Perusahaan mematok target produksi yang cukup besar untuk tahun ini. Hal ini sejalan dengan rencana kerja tahunan yang telah dicanangkan manajemen. “Target produksi batubara yang direncanakan pada tahun ini sesuai dengan perencanaan adalah sebesar 30.5 juta ton,” tulis manajemen Kideco dalam dokumen resminya.
Eksplorasi detail di beberapa titik masih terus berjalan secara intensif. Langkah ini bertujuan memastikan kemenerusan perlapisan batubara di wilayah operasional. Perusahaan berupaya menjamin aktivitas penambangan tetap berjalan secara ekonomis dan efisien.
