STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,107 triliun (Rp85,48 per saham). Hasil ini naik sebesar 34% dibandingkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp825,59 miliar (Rp63,77 per saham) pada 2024.
Menurut laporan keuangan TLDN per 31 Desember 2025, dikutip Rabu (25/3/2026), pendapatan bersih emiten agrobisnis yang berfokus pada pengelolaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit berkelanjutan, serta energi terbarukan ini meningkat sekitar 28,74% dari Rp4,21 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp5,42 triliun di tahun 2025.
Seiring pendapatan, beban pokok penjualan TLDN juga meningkat 29,93% dari Rp2,75 triliun menjadi Rp3,56 triliun. Meski begitu, laba bruto TLDN tetap tumbuh sekitar 27,4% dari Rp1,46 triliun pada 2024 menjadi Rp1,86 triliun pada 2025.
Setelah dikurangi sejumlah beban, TLDN mampu mencatat laba usaha Rp1,25 triliun pada 2025, naik sekitar 12,6% dari Rp1,11 triliun pada 2024. Perseroan mencatat laba sebelum pajak Rp1,39 triliun pada 2025, tumbuh 31,13% dari Rp1,06 triliun.
Sementara itu, total aset TLDN naik 6,18% dari Rp5,66 triliun per 31 Desember 2024 menjadi Rp6,01 triliun per 31 Desember 2025. Total liabilitas Perseroan turun 5,58% dari Rp2,51 triliun menjadi Rp2,37 triliun, Adapun total ekuitas TLDN naik 15,92% dari Rp3,14 triliun per 31 Desember 2024 menjadi Rp3,64 triliun per 31 Desember 2025.
