Konflik Timur Tengah Memanas, Indeks Berjangka Saham AS Bergerak Mendatar
STOCKWATCH.ID (NEW YORK) โ Indeks berjangka saham Amerika Serikat (AS) terpantau tidak banyak berubah pada Senin (4/5/2026) malam waktu setempat atau Selasa pagi (5/5/2026). Kondisi ini terjadi sete...
STOCKWATCH.ID (NEW YORK) โ Indeks berjangka saham Amerika Serikat (AS) terpantau tidak banyak berubah pada Senin (4/5/2026) malam waktu setempat atau Selasa pagi (5/5/2026). Kondisi ini terjadi setelah bursa utama Wall Street mengalami penurunan tajam. Investor kini mengamati perkembangan terbaru konflik di Timur Tengah dan pergerakan harga minyak mentah.
Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 diperdagangkan di sekitar garis datar. Hal serupa juga terjadi pada indeks berjangka Dow Jones Industrial Average.
Pada perdagangan reguler Senin, saham-saham jatuh secara keseluruhan. Indeks Dow Jones merosot 557,37 poin atau setara 1,13%. S&P 500 kehilangan 0,41%, sementara Nasdaq Composite yang padat teknologi turun 0,19%.
Pelemahan ini dipicu pernyataan Uni Emirat Arab (UEA) terkait serangan drone dan rudal oleh Iran. Aksi tersebut membuat gencatan senjata antara AS dan Iran berada di posisi yang semakin goyah.
AS juga dilaporkan telah menenggelamkan kapal-kapal Iran di Selat Hormuz. Laksamana Brad Cooper, Kepala Komando Pusat AS, menyatakan pasukan Amerika telah melumpuhkan enam kapal kecil Iran. Kapal-kapal tersebut mencoba mengganggu pelayaran komersial. Namun, media pemerintah Iran membantah kabar penenggelaman kapal tersebut.
- Pengendali Borong 700 Ribu Saham KDTN, Kini Kuasai 35,97%
- BEI Tunjuk Maybank Sekuritas Jadi Liquidity Provider 20 Waran Terstruktur, Berla...
- TAPG Tebar Dividen Rp1,19 Triliun, KISI Sesuaikan Harga Pelaksanaan Dua Waran Te...
- Direktur TSPC Akumulasi 99.900 Saham, Kepemilikan Winny Hardono Bertambah
- FORE Buka Peluang Bagi Dividen Tahun Depan, Tunggu Saldo Laba Positif
- Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjan...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Mayoritas Bursa Asia Menghijau, Kosdaq Melonjak 5,8% dan Kospi Naik 1,62%
- Pengendali Borong 700 Ribu Saham KDTN, Kini Kuasai 35,97%
- BEI Tunjuk Maybank Sekuritas Jadi Liquidity Provider 20 Waran Terstruktur, Berla...
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
Whats Your Reaction
0
0
0
0
0
0
0