Lembaga Pemeringkat Jepang Pertahankan Investment Grade Indonesia. Apa Artinya?
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Lembaga pemeringkat Japan Credit Rating Agency, Ltd. (JCR) kembali mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada BBB+ (Investment Grade) dengan outlook stabi...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Lembaga pemeringkat Japan Credit Rating Agency, Ltd. (JCR) kembali mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada BBB+ (Investment Grade) dengan outlook stabil. Keputusan ini didasarkan pada prospek pertumbuhan ekonomi yang positif dan pengelolaan utang pemerintah yang terkendali. JCR memperkirakan bahwa utang pemerintah akan mengalami penurunan bertahap seiring dengan pemulihan ekonomi yang lebih baik dan penurunan defisit fiskal.
Keputusan JCR untuk mempertahankan Investment Grade Indonesia memiliki arti yang penting bagi perekonomian negeri ini. Investment Grade adalah peringkat yang diberikan oleh lembaga pemeringkat kepada suatu negara atau perusahaan yang menandakan tingkat kredit yang layak bagi investor institusi. Dalam konteks Indonesia, mempertahankan Investment Grade menunjukkan bahwa negara ini dianggap memiliki kondisi ekonomi yang stabil dan kredibel sehingga menjadi tujuan investasi yang menarik bagi investor asing.
Dengan mempertahankan Investment Grade, Indonesia dipandang memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban keuangan yang ada serta dapat meminjam dana dengan suku bunga yang lebih rendah. Ini dapat meningkatkan kepercayaan investor, mendorong aliran investasi asing, dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Selain itu, peringkat Investment Grade juga memberikan sinyal positif kepada pasar global tentang kestabilan ekonomi Indonesia, yang dapat mengurangi risiko dan memperkuat posisi negara di pasar keuangan internasional.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyambut baik keputusan JCR tersebut. Menurutnya, afirmasi rating Indonesia menunjukkan keyakinan yang kuat dari pemangku kepentingan internasional terhadap stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan Indonesia. โHal ini didukung oleh kredibilitas kebijakan serta sinergi bauran kebijakan yang kuat antara Bank Indonesia dan Pemerintah,โ ujarnya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (25/3/2024).
Perry juga menegaskan komitmen Bank Indonesia untuk terus memantau kondisi ekonomi dan keuangan global dan domestik serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi. Itu termasuk penyesuaian lebih lanjutย stanceย kebijakan bila diperlukan, serta terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- BRI Peduli Perkuat Peternak Sapi Perah di Malang, Produksi dan Nilai Tambah Susu...
- Prabowo Resmikan Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan Rp880 Mi...
- BRI Bekali PMI di Taiwan dengan Literasi Keuangan dan Kewirausahaan, Siapkan Usa...
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90