Mayoritas Bursa Asia Menguat Setelah Wall Street Cuek dengan Perang Dagang AS-China
STOCKWATCH.ID (TOKYO) โ Bursa saham Asia-Pasifik bergerak beragam pada penutupan perdagangan hari Rabu sore (5/2/2025) waktu setempat. Sebagian besar indeks utama menguat meskipun masih ada kekhawatir...
Di Hong Kong, indeks Hang Seng juga melemah 0,97% menjelang penutupan perdagangan.
Di India, pasar saham bergerak campuran. Investor masih menanti keputusan kebijakan moneter pertama dari gubernur bank sentral yang baru. Indeks Nifty 50 stagnan, sedangkan BSE Sensex turun 0,22%.
Kenaikan di mayoritas pasar Asia terjadi setelah bursa Wall Street ditutup menguat. Investor tampaknya tidak terlalu khawatir dengan kebijakan tarif impor yang diterapkan pemerintahan Trump dan langkah balasan dari China.
Analis Morningstar, Kai Wang, menilai tarif China terhadap AS hanya berdampak kecil. "Tarif ini lebih bersifat simbolis karena hanya mempengaruhi 12% dari total impor AS," ujarnya. Ia juga memperingatkan bahwa risiko perang dagang masih ada dan volatilitas pasar kemungkinan berlanjut selama beberapa tahun ke depan.
- 1
- 2
- EBITDA BUMA International Group Naik 8% di Semester I-2026, Rugi Bersih Menyusut...
- Ekspansi Pasar Kopi RTD Nabati, OATSIDE Rilis Varian Espresso Roast dan Kemasan...
- Rabundo Tembus Pasar Nasional, BRI Dukung UMKM Bumbu Rendang Asli Minang Naik Ke...
- Transformasi Danantara Berbuah Manis, Pendapatan Telkom (TLKM) Capai Rp75,9 Tril...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Ekspansi Pasar Kopi RTD Nabati, OATSIDE Rilis Varian Espresso Roast dan Kemasan...
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...