Meroket 168%, Laba XL Axiata Sentuh Rp 547 Milliar pada Kuartal I 2024
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT XL Axiata Tbk (EXCL) atau XL Axiata membukukan laba bersih setelah pajak (PAT) sebesar Rp 547 miliar pada kuartal pertama 2024. Capaian ini meroket 168% dibandingkan Rp 20...
Selain itu, peningkatan kinerja XL Axiata selama tiga bulan pertama 2024 juga didukung oleh pertumbuhan layanan konvergensi. Pada periode tersebut, jaringan konvergensi telah mencakup 102 kota/kabupaten dengan tingkat penetrasi mencapai 79% dan total pelanggan mencapai 252 ribu. Ini menunjukkan permintaan yang terus meningkat terhadap produk FMC XL Satu.
Dalam konteks layanan konvergensi, perusahaan juga sedang menjalankan proses Transformasi Struktural, termasuk pengalihan sekitar 750 ribu pelanggan Link Net ke XL Axiata sebagai ServeCo. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan peluang cross-selling dan memperluas layanan Fixed Mobile Convergence (FMC). Selain itu, ini juga membuka peluang sinergi dengan Link Net sebagai FibreCo untuk meningkatkan efisiensi operasional dan meningkatkan respons terhadap kebutuhan pasar broadband tetap, yang pada akhirnya akan meningkatkan pengalaman pelanggan secara keseluruhan.
Dalam hal pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI), perusahaan telah menggunakan AI untuk membuka peluang baru dalam industri telekomunikasi yang dinamis. AI diterapkan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, termasuk personalisasi layanan, pengembangan produk, dan rekomendasi sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Selain itu, AI juga digunakan untuk meningkatkan ketepatan lokasi situs BTS dan efisiensi operasional, termasuk optimasi proses dan pengurangan manual.
Salah satu kunci pertumbuhan XL Axiata adalah personalisasi penawaran dan layanan. Hasilnya, data net promoter score (NPS) semakin meningkat secara signifikan, sehingga mendorong penggunaan layanan dan pada akhirnya juga membantu meningkatkan pendapatan. Strategi tersebut masih akan diterapkan di sepanjang tahun 2024 ini.
Hasil dari penerapan strategi berbasis digital melalui data analytics juga memungkinkan XL Axiata berinvestasi di area yang bernilai tinggi dan membangun jaringan, termasuk untuk memenuhi permintaan dari seluruh segmen pelanggan. Dengan data analitik ini juga memungkinkan XL Axiata mengevaluasi key performance indicator (KPI) di semua aspek terkait pelanggan, kampanye pemasaran, dan loyalitas pelanggan, sehingga perusahaan dapat merancang strategi yang tepat untuk menghadapi tantangan dan peluang di waktu yang tepat.
- Direktur TPMA Jual 2 Juta Saham, Porsi Free Float Naik ke 29,48%
- RANS Gelar RUPSLB 10 September 2026, Bahas Apa?
- MDKA Bayar Pokok dan Bunga Obligasi Rp1,504 Triliun, Komitmen ke Investor Terpen...
- KB Bank Siapkan Rp1,13 Triliun untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo
- RUPST ICON Putuskan Tak Bagikan Dividen Tahun 2025
- KB Bank Siapkan Rp1,13 Triliun untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo
- WOMF Serap 100% Dana Obligasi Rp779,52 Miliar untuk Pembiayaan Konsumen
- ACES Bukukan Laba Rp390,3 Miliar pada Semester I 2026, Ekspansi AZKO Capai 276 G...
- Direktur TPMA Jual 2 Juta Saham, Porsi Free Float Naik ke 29,48%
- RANS Gelar RUPSLB 10 September 2026, Bahas Apa?
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...