Meroket 168%, Laba XL Axiata Sentuh Rp 547 Milliar pada Kuartal I 2024

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT XL Axiata Tbk (EXCL) atau XL Axiata membukukan laba bersih setelah pajak (PAT) sebesar Rp 547 miliar pada kuartal pertama 2024. Capaian ini meroket 168% dibandingkan Rp 20...

Meroket 168%, Laba XL Axiata Sentuh Rp 547 Milliar pada Kuartal I 2024
Bacakan Artikel

Dari sisi infrastruktur, XL Axiata juga masih membangun jaringan di sepanjang tiga bulan pertama 2024. Karena itu, jumlah BTS meningkat 9,6% YoY menjadi total 163.106 unit, termasuk 107.906 unit BTS 4G, dengan tingkat keterhubungan dengan jaringan fiber optik mencapai 62% (fiberized). Secara teknis, fiberisasi merupakan upaya modernisasi jaringan dengan cara menghubungkan BTS melalui jalur fiber, termasuk melakukan regenerasi perangkat-perangkat BTS. Contohnya adalah dengan mengganti perangkat yang selama ini menggunakan microwave menjadi perangkat fiber. Fiberisasi dilakukan untuk meningkatkan kualitas jaringan data dan sebagai persiapan implementasi 5G di masa mendatang.

XL Axiata berkomitmen melakukan upaya peningkatan kualitas jaringan sebagai penopang utama upaya meningkatan pengalaman pelanggan. Komitmen XL Axiata memperkuat jaringan tercermin dari pengalokasian belanja modal (Capex) sebesar Rp 8 triliun di tahun ini. XL Axiata juga melanjutkan inisiatif investasi pengembangan jaringan secara cermat untuk dapatย  mendorong peningkatan kualitas layanan yang lebih baik dan meningkatkan penggunaan jaringan yang masih bertumbuh.

Posisi keuangan XL Axiata tetap solid hingga akhir Maret 2024, dengan utang kotor mencapai Rp 11,24 triliun, sementara utang bersihnya sebesar Rp 10,09 triliun. Rasio gearing net debt to EBITDA (termasuk finance lease) tercatat sebesar 2,52x. Manajemen XL Axiata berhasil mengelola utang dengan baik, dimana tidak ada utang yang berdenominasi dalam valuta asing, dan mayoritas utang ditempatkan pada suku bunga tetap. Sekitar 54% dari total pinjaman memiliki suku bunga tetap, sementara 46% sisanya memiliki suku bunga mengambang. Selain itu, Free cash flow (FCF) perusahaan berada pada tingkat yang sehat, mengalami peningkatan sebesar 10% menjadi Rp 2,4 triliun.

Pilih Halaman: