Minyak Dunia Ngamuk Lagi! Dua Faktor Ini Bikin Harga Nggak Mau Turun
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) โ Harga minyak mentah menguat pada penutupan perdagangan Selasa (8/7/2025) waktu setempat atau Rabu pagi (9/7/2025) WIB. Kenaikan ini membuat harga minyak bertahan mendekati le...
Investor saat ini mencermati ketegangan dagang antara Amerika Serikat dengan sejumlah negara Asia. Jepang dan Korea Selatan menyatakan akan bernegosiasi dengan pemerintah AS untuk meredam dampak tarif yang rencananya mulai berlaku awal Agustus.
Presiden Donald Trump kembali memanaskan perang dagang pada Senin. Ia mengumumkan tarif sebesar 25% untuk Jepang dan Korea Selatan, serta hingga 40% untuk Laos dan Myanmar.
Kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran di pasar bahwa tekanan tarif dapat memperlambat ekonomi global dan menekan permintaan minyak.
Data ekspor Jerman juga menunjukkan pelemahan. Pada Mei lalu, ekspor negara ekonomi terbesar Eropa ini turun lebih dalam dari perkiraan, terutama karena permintaan dari AS menurun selama dua bulan berturut-turut.
Di sisi lain, pasar juga bereaksi terhadap langkah OPEC+ yang sepakat menaikkan produksi pada Agustus. Produksi akan bertambah 548.000 barel per hari, melebihi kenaikan 411.000 barel per hari dalam tiga bulan sebelumnya.
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...