Pasar Eropa Bergejolak, Sentimen Ekonomi Zona Euro Turun, Banyak Indeks Melemah
STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa melemah di sebagian besar indeks utama pada penutupan perdagangan Rabu (8/1/2025) waktu setempat. Mengutip CNBC International, indeks Stoxx 600, yang mencak...
Sebagian besar sektor di Eropa berada di zona merah. Saham energi menjadi salah satu yang paling terpukul. Saham Shell, raksasa energi asal Inggris, anjlok 1,68% setelah memangkas proyeksi produksi gas alam cair (LNG) untuk kuartal keempat 2024. Shell juga memperingatkan hasil divisi kimia dan produk minyaknya akan lebih rendah dari kuartal sebelumnya.
Saham energi terbarukan juga ikut tertekan. Saham Vestas Wind Systems, Ørsted, dan Siemens Energy masing-masing merosot lebih dari 5%.
Sebaliknya, saham Novo Nordisk dari Denmark melonjak 2,8%. Lonjakan ini terjadi setelah UBS menaikkan peringkat sahamnya menjadi “beli.” UBS menyebut penurunan sebelumnya terkait obat eksperimental CagriSema sebagai reaksi pasar yang berlebihan.
Data ekonomi Jerman turut menambah tekanan. Pesanan industri pada November turun secara tak terduga, sementara kepercayaan konsumen di Uni Eropa melemah untuk bulan kedua berturut-turut.
- 1
- 2
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Wall Street Bangkit, Lonjakan Saham Microsoft Akhiri Tren Negatif Nasdaq
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem