Pefindo Turunkan Peringkat Obligasi dan Sukuk Wijaya Karya
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat sejumlah utang Obligasi dan Sukuk Mudharabah emiten BUMN karya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). Pefindo mere...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat sejumlah utang Obligasi dan Sukuk Mudharabah emiten BUMN karya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). Pefindo merevisi outlook dari stabil menjadi negatif untuk utang WIKA.
Berdasarkan ikhtisar peringkat, Pefindo menurunkan peringkat Obligasi Berkelanjutan (SR) I, II, III, dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I, II, III dari idA menjadi idBBB.
Mahendra Vijaya, Sekretaris Perusahaan WIKA mengemukakan, Pefindo memberikan peringkat idBBB dengan kategori Negative Outlook dari sebelumnya idA dengan kategori Stable Outlook.
"Sesuai dengan rilis yang dikeluarkan oleh Pefindo, salah satu hal yang menjadi penyebab turunnya peringkat adalah struktur permodalan yang sangat agresif dan likuiditas yang lemah untuk memenuhi kewajiban utang jangka pendek yang akan jatuh tempo," katanya dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (5/6).
Selain itu, peringkat idBBB juga mencerminkan posisi pasar WIKA yang kuat pada industri konstruksi nasional dan sumber pendapatan yang terdiversifikasi. Hal ini menjadi salah satu kekuatan Perseroan dalam posisi penyehatan keuangan.
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90