Pemerintah Siap Pangkas Produksi Batu Bara 2026, UNTR Buka Suara soal Dampaknya
STOCKWATCH.ID (LAMPUNG) - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berencana menurunkan target produksi batu bara pada 2026. Produksi diperkirakan turun ke bawah 700 juta ton. Lan...
STOCKWATCH.ID (LAMPUNG) - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berencana menurunkan target produksi batu bara pada 2026. Produksi diperkirakan turun ke bawah 700 juta ton. Langkah ini ditujukan untuk mengangkat harga batu bara di pasar internasional yang terus melemah.
Pengurangan pasokan dinilai bisa membantu menyeimbangkan pasar yang sedang tertekan. Produksi batu bara pada 2024 tercatat sekitar 836 juta ton atau 117% dari target 710 juta ton. Untuk 2025, target produksi berada di kisaran 735 juta ton.
Realisasi produksi hingga beberapa periode tahun ini masih berada di bawah capaian 2024. Pemerintah juga menyalurkan sebagian besar produksi untuk kebutuhan domestik melalui kebijakan Domestic Market Obligation. Laporan ESDM menunjukkan ratusan juta ton dialokasikan untuk pasar dalam negeri sepanjang tahun ini.
Upaya pengendalian produksi tidak hanya dilakukan lewat target tahunan. Pemerintah menyiapkan aturan baru berupa pengetatan penerbitan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya yang kini berlaku tahunan. Mekanisme ini memberi ruang untuk pengendalian lebih cepat saat kondisi pasar berubah.
Sejumlah analis melihat penahanan produksi bisa mendorong kenaikan harga. Namun efeknya dinilai terbatas karena harga global juga dipengaruhi permintaan dari negara lain. Harga Batu Bara Acuan periode November berada di kisaran US$102โUS$104 per ton. Tekanan pada HBA menjadi alasan pemerintah mempertimbangkan penurunan produksi.
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...
- Penjualan Indofood Tembus Rp65,53 Triliun, Tapi Laba Bersih Turun Gara-Gara Ini
- Telkom Cetak Laba Rp14,21 Triliun di Semester I 2026, Pendapatan Tembus Rp75,88...
- SIMP Kantongi Laba Rp874 Miliar di Semester I 2026, Penjualan CPO Melonjak 15%
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- TransNusa Buka Rute Baru Lampung ke Kuala Lumpur dan Jakarta Mulai Agustus 2026
- Simak Top 5 Net Foreign Buy Sepekan: BBCA Jadi Incaran Investor Asing, TPIA Pimp...
- Kinerja IHSG Juli 2026 Menguat Tajam 10,51%, Investor Nikmati Reli Bursa