STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Perusahaan pelayaran dan logistikterintegrasi, PT Hasnur International shipping Tbk (HAIS) mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp87,13 miliar (Rp33,18 per saham) pada 2025, turun 27,96% dari Rp120,96 miliar (Rp46,06 per saham) pada tahun 2024.
Seperti tergambar dalam laporan keuangan Perseroan Desember 2025 yang dipublikasikan Jumat, 13 Februari 2026, pendapatan bersih HAIS merosot 13,5% menjadi Rp880,57 miliar pada tahun 2025, dari Rp1,02 triliun pada tahun 2024.
Penurunan pendapatan HAIS terbesar dari pengangkutan ke pihak berelasi yakni sebesar 22,78% menjadi Rp496,65 miliar pada 2025, dari Rp643,23 miliar tahun 2024. Sementara jasa bantuan pemuatan dan pembongkaran turun 10,26%,dari Rp25 miliar pada 2024, menjadi Rp22,43 miliar pada tahun 2025. Adapun jasa pengangkutan ke pihak ketiga meningkat 9,4% menjadi Rp355,19 miliar di 2025.
Seiring pendapatan, beban pokok pendapatan (BPP) HAIS juga turun sebesar 14,4% dari Rp775,57 miliar, menjadi Rp663,87 miliar pada tahun 2025. Namun, laba kotor Perseroan justru anjlok 10,65% menjadi Rp216,69 miliar pada 2025, dibanding Rp242,53 miliar pada tahun 2024.
Dari sisi neraca keuangan, Pelayaran Hasnur International Shipping (HAIS) memiliki total aset sebesar Rp3,36 triliun pada 2025, naik 27,9% dari Rp1,91 triliun pada 2024. Jumlah liabilitas dan ekuitas emiten jasa transportasi laut ini per Desember 2025, masing-masing Rp695,53 milar dan Rp838,85 miliar. (konrad)
