Produksi Bijih Nikel Central Omega Resources Meningkat 130% pada 2024
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Produksi bijih nikel PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mencapai 2.952.538 metrik ton pada 2024 , meningkat 130% dibandingkan 1.284.679 metrik ton tahun 2023. Sementara pe...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Produksi bijih nikel PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mencapai 2.952.538 metrik ton pada 2024 , meningkat 130% dibandingkan 1.284.679 metrik ton tahun 2023. Sementara penjualan bijih nikel DKFT tumbuh 105% jadi 2.597.913 metrik ton pada 2024, dari 1.268.586 metrik ton tahun 2023.
Menurut Direktur DKFT Feni Silviani Budiman, pencapaian tersebut menunjukkan keberhasilan Perseroan dalam menghadapi tantangan pasar dan memanfaatkan peluang yang ada.
โDengan momentum positif ini, Perseroan optimistis dapat mempertahankan dan meningkatkan kinerja pada tahun-tahun ย mendatang,โ tulis Feni dalam keterangan tertulis yang disampaikan, Selasa (04/2/2025).
- Pengendali Borong 700 Ribu Saham KDTN, Kini Kuasai 35,97%
- BEI Tunjuk Maybank Sekuritas Jadi Liquidity Provider 20 Waran Terstruktur, Berla...
- TAPG Tebar Dividen Rp1,19 Triliun, KISI Sesuaikan Harga Pelaksanaan Dua Waran Te...
- Direktur TSPC Akumulasi 99.900 Saham, Kepemilikan Winny Hardono Bertambah
- FORE Buka Peluang Bagi Dividen Tahun Depan, Tunggu Saldo Laba Positif
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- TransNusa Buka Rute Baru Lampung ke Kuala Lumpur dan Jakarta Mulai Agustus 2026
- Pengendali Borong 700 Ribu Saham KDTN, Kini Kuasai 35,97%
- BEI Tunjuk Maybank Sekuritas Jadi Liquidity Provider 20 Waran Terstruktur, Berla...
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...