AS Tembak Jatuh Drone Iran, Harga Minyak Dunia Melambung 1% Lebih
STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (3/2/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (4/2/2026) WIB. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan mil...
STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (3/2/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (4/2/2026) WIB. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Peristiwa ini memicu kekhawatiran pasar akan terganggunya pasokan energi global.
Mengutip CNBC International, harga minyak mentah Brent naik 1,03 USD atau 1,55%. Harga minyak acuan global ini berakhir pada level 67,33 USD per barel, di London ICE Futures Exchange..
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melonjak 1,07 USD atau 1,72%. Minyak WTI ditutup pada posisi 63,21 USD per barel, di New York Mercantile Exchange.
Sentimen pasar memanas setelah militer AS menembak jatuh sebuah drone milik Iran. Drone tersebut dilaporkan mendekati kapal induk Abraham Lincoln secara agresif di Laut Arab.
Ketegangan berlanjut di Selat Hormuz saat sejumlah kapal bersenjata Iran mendekati kapal tanker berbendera AS. Selat Hormuz merupakan jalur krusial bagi ekspor minyak negara-negara OPEC. Arab Saudi, Iran, UEA, Kuwait, dan Irak mengirimkan sebagian besar minyak mentah mereka melalui jalur ini.
- EBITDA BUMA International Group Naik 8% di Semester I-2026, Rugi Bersih Menyusut...
- Ekspansi Pasar Kopi RTD Nabati, OATSIDE Rilis Varian Espresso Roast dan Kemasan...
- Rabundo Tembus Pasar Nasional, BRI Dukung UMKM Bumbu Rendang Asli Minang Naik Ke...
- Transformasi Danantara Berbuah Manis, Pendapatan Telkom (TLKM) Capai Rp75,9 Tril...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- ANTAM Catat Lonjakan Penjualan Feronikel 32% di Semester I 2026
- EBITDA BUMA International Group Naik 8% di Semester I-2026, Rugi Bersih Menyusut...
- Ekspansi Pasar Kopi RTD Nabati, OATSIDE Rilis Varian Espresso Roast dan Kemasan...