BEI Awasi 4 Saham Ini, Ada Pergerakan Harga dan Transaksi Tak Biasa
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawasi secara ketat pergerakan empat saham emiten. Langkah ini menyusul adanya peningkatan harga dan pola transaksi yang tidak wajar atau Unusua...
Saham AGAR ditutup stagnan di level Rp346 pada perdagangan 29 Januari 2026. Meski tidak berubah dibanding penutupan sebelumnya, saham ini telah melonjak 24,46% dalam periode berjalan. AGAR dibuka di Rp294 dan bergerak di rentang Rp286 hingga Rp346. Volume transaksi tercatat sebanyak 8,26 juta saham. Sepanjang tahun berjalan, AGAR sempat menyentuh level tertinggi Rp354 dan terendah Rp238. Dalam 52 minggu terakhir, harga saham bergerak di kisaran Rp190 hingga Rp348. Kapitalisasi pasar AGAR tercatat sekitar Rp346 miliar.
Sementara itu, saham MSIN melemah 2,97% dan ditutup di Rp392. Saham ini dibuka di Rp404 dan bergerak di rentang Rp344 hingga Rp404. Volume perdagangan mencapai 15,48 juta saham. Sepanjang tahun berjalan, MSIN mencatat harga tertinggi Rp496 dan terendah Rp380. Dalam periode 52 minggu, harga saham bergerak di kisaran Rp344 hingga Rp1.165. Kapitalisasi pasar MSIN mencapai sekitar Rp23,78 triliun.
Saham CARE juga tertekan pada perdagangan 29 Januari 2026. Harga saham turun 14,48% dan ditutup di Rp620. Saham ini dibuka di Rp675 dan bergerak di rentang Rp620 hingga Rp675. Volume transaksi tercatat sebanyak 4,56 juta saham. Sepanjang tahun berjalan, CARE sempat menyentuh level tertinggi Rp850 dan terendah Rp530. Dalam 52 minggu terakhir, harga saham bergerak di kisaran Rp170 hingga Rp965. Kapitalisasi pasar CARE tercatat sekitar Rp20,61 triliun.
Di sisi lain, saham CSMI justru menguat 6,67% dan ditutup di Rp160. Saham ini dibuka di Rp149 dan bergerak di rentang Rp128 hingga Rp160. Volume perdagangan mencapai 7,35 juta saham. Sepanjang tahun berjalan, CSMI mencatat harga tertinggi Rp216 dan terendah Rp150. Dalam 52 minggu terakhir, harga saham bergerak di kisaran Rp128 hingga Rp3.290. Kapitalisasi pasar CSMI tercatat sekitar Rp130,57 miliar.
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Poin Penting Aturan Demutualisasi Bursa Efek, Target Berlaku Kuartal...
- Maybank Indonesia (BNII) Resmi Akuisisi 51% Saham Maybank Asset Management, Segi...
- PEFINDO Turunkan Peringkat ADHI ke idBB, Pemicunya Kupon Obligasi
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Poin Penting Aturan Demutualisasi Bursa Efek, Target Berlaku Kuartal...
- Maybank Indonesia (BNII) Resmi Akuisisi 51% Saham Maybank Asset Management, Segi...
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- PEFINDO Turunkan Peringkat ADHI ke idBB, Pemicunya Kupon Obligasi
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...